DENGAN SEKALI KLIK 

DATA INFORMASI TERSAJI DI SISTEM INFORMASI KESEHATAN (SIK) SECARA  CEPAT DAN AKURAT

 

Oleh : Abdul Qorib, SKM, MMKes

Staf Subag Perencanaan dan Evaluasi DKK Jepara

 

Sistem informasi kesehatan (SIK) merupakan suatu pengelolaan data yang menghasilkan informasi di seluruh tingkat baik DKK maupun Puskesmas beserta jaringannya yang dikelola secara sistematis dalam rangka meningkatkan penyelengggaraan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini berdasarkan pada Kepmenkes No.004/Menkes/SK/I/2003 tentang kebijakan & strategi desentralisasi bidang kesehatan dan Kepmenkes No.932/ Menkes/SK/VIII/2002 tentang petunjuk pelaksanaan pengembangan sistem laporan informasi kesehatan kabupaten/kota. Selain SIK Kabupaten, sekarang ini juga sedang dikembangkan SIKNAS tingkat nasional oleHh PUSDATIN.

 

 

Dalam kehidupan sehari-hari dapat kita rasakan bagaimana sulitnya menentukan kebijakan atau pengambilan keputusan yang baik bila data/informasi yang akan dipakai untuk mendasarinya kurang atau tidak cukup tersedia. Tanpa dukungan data/informasi yang baik kebijakan yang kita ambil akan kurang tepat atau keliru.

Dari permasalahan diatas SIK adalah salah satu solusi yang dapat menjawab tantangan tersebut. SIK adalah integrasi semua aspek informasi tentang kesehatan, meliputi manusia, manajemen, alat dan teknologi, terutama komputer. Sistem Informasi Kesehtan memungkinkan diperolehnya informasi kesehatan baik pasien, dokter, Kepala Puskesmas, dan Pejabat Pengambil Keputusan lainnya dengan cepat dan mudah menurut ketentuan dan kepentingan masing-masing.

Dengan diaplikasikannya SIK di Puskesmas Karimunjawa tanggal 20 juli 2011 atas mandat dari dr. Agussalim Riyadi, MM (Ka. DKK Jepara), maka Puskesmas Karimunjawa sudah menyetarakan diri dengan 20 puskesmas lainnya di wilayah Kab. Jepara dalam memenejemen datanya.

Saat ini SIK di DKK Jepara telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, baik perkembangan dalam bidang software, hardware, serta kemampuan petugas. Software SIK sampai saat ini mampu mendukung kegiatan loket pendaftaran puskesmas sehingga riwayat sakit penderita beserta keluarga (Family Folder) dapat terekam dengan baik dan mudah dicari apabila dibutuhkan. Diagnosa dan perintah pengobatan dientrykan melalui komputer ruang pemeriksaan dan saat itu juga petugas apotik dapat menyiapkan obat pasien.

Dari kegiatan sederhana tersebut komputer mampu mengolah data menjadi informasi sebaran penyakit dalam bentuk peta wilayah, 20 besar penyakit yang ada, pengawasan wabah/KLB mingguan, serta laporan penyakit lainnya seperti ISPA, Diare, PTM dll. Disamping itu dihasilkan penghitungan obat yang rinci dan tepat mengenai penerimaan dan pemakaian obat sehingga dapat membantu mengenai perancanaan ataupun penyetokan obat yang mana obat yang banyak dibutuhkan dan menghindari stok obat berlebih ataupun kurang. Dari setiap pelayanan yang diberikan baik oleh dokter, perawat dan bidan akan dihitung oleh komputer menjadi laporan kinerja yang merupakan pendukung dalam penetapan angka kredit. Informasi mengenai karyawan tentang kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, pensiun pegawai, DUK dll dapat diakses denngan cepat melalui SIK.

Semua Kegiatan di atas tidak hanya berlangsung di puskesmas saja namun sub unit seperti PKD, Puskesmas keliling, dan Puskesmas Pembantu juga di wajibkan untuk mengentrykan datanya, sehingga tercipta data yang acuntable, akurat dan tepat waktu dan akhirnya mampu mendukung pengambilan keputusan yang berkualitas pula.

Software SIK telah mengalami beberapa pengembangan. Dari versi sik 1.0 dikembangkan menjadi sik 2.0 dan saat ini sedang dikembangkan sik 3.0 yang didalamnya ditambahkan modul PWS KIA yang akan memantau kegiatan kesehatan ibu dan anak baik di BPS maupun posyandu mengenai Imunisasi, gizi dan penimbangan balita, pelayanan persalinan, nifas dan neonatus. PWS KIA akan mencakup semua catatan pelayanan nakes yang diberikan kepada pasien sejak lahir, neonatus, bayi, balita, usia SD, remaja, imunisasi capeng, hamil, melahirkan, nifas, KB dan manula.

Selain itu modul SIMKESLING (Sistem Informasi Menejemen Kesehatan Lingkungan) akan menambah sempurnanya aplikasi SIK. Semua data tentang pengawasan Lingkungan, Pengawasan Air Bersih, Pengawasan Jamban, Pengawasan Makanan dan Minuman, dll.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, DKK melalui program SIK telah berusaha meningkatkan sarana hardware yang ada. Jumlah komputer di tingkatkan secara bertahap yaitu tahun 2007 12 unit, th 2008 20 unit, th 2009 32 unit, th 2010 20 unit, total 84 unit komputer. Data-data yang ada di tiap server puskesmas akan dipancarkan melalui WAN yang ada di menara triangle yang ada di tiap-tiap puskesmas. Saat ini DKK Jepara mempunyai 19 unit menara triangle (di puskesmas, instalasi farmasi, DKK) dan 10 menara pipa di PKD. Untuk kelancaran data, transfer data juga di kembangkan melalui sistem upload dan download via internet.

Dari kemajuan-kemajuan yang ada DKK Jepara juga menyadari masih banyaknya kekurangan, misalnya jumlah komputer yang ada tidak sebanding dengan aktivitas kegiatan yang ada, Untuk puskesmas induk jumlah standar adalah 10 unit PC per puskesmas dan 1 unit laptop per PKD serta 20 unit PC di DKK. Untuk masalah tenaga, DKK hanya mempunyai 1 orang ahli dalam bidang alur program dan konten kesehatan dan 1 orang tenaga teknisi komputer. Serta alokasi dana untuk SIK yang masih jauh dari yang diharapkan.

Namun demikian, saat ini SIK mampu memberikan data yang optimal misalnya tahun 2010 sebanyak 1.081.635 data kunjungan pasien puskesmas secara by name ter-entry ke dalam SIK yang bagi sebagian besar Kabupaten/Kota di Jawa Tengah menjadi masalah, tetapi di Kab. Jepara SIK sudah eksis dan sudah tidak bisa terpisahkan dengan puskesmas. Bahkan di tahun 2010 Kab. Kudus ikut mengunakan aplikasi SIK Jepara dan meminta bantuan team SIK Jepara ikut membina SIK Kudus.