Penggunaan Dan Pertanggungjawaban Dana Jamkesmas dan Jampersal 2011

Tinggalkan komentar


scan0001 scan0002scan0003

Teori Perubahan Perilaku Kesehatan

Tinggalkan komentar


1. Teori Stimulus-Organisme-Respons (SOR)

Hosland, et al (1953) mengatakan bahwa proses perubahan perilaku pada hakekatnya sama dengan proses belajar. Proses perubahan perilaku tersebut menggambarkan proses belajar pada individu yang terdiri dari :

a. Stimulus (rangsang) yang diberikan pada organisme dapat diterima atau ditolak.

b. Apabila stimulus telah mendapat perhatian dari organisme (diterima)c. Setelah mengolah stimulus tersebut sehingga terjadi kesediaan untuk bertindak (bersikap).

d. Akhirnya dengan dukungan fasilitas serta dorongan dari lingkungan maka terjadi efek tindakan   dari individu tersebut (perubahan perilaku).

 

2. Teori Festinger (Dissonance Theory)

Finger (1957) Teori ini sebenarnya sama dengan konsep imbalance (tidak seimbang).

Cognitive dissonance: keadaan ketidakseimbangan psikologis yang diliputi oleh ketegangan diri.

Consonance (keseimbangan) tidak terjadi ketegangan diri lagi.

Sherwood dan Borrou merumuskan dissonance itu sebagai berikut :

Pentingnya stimulus x jumlah kognitif dissonance

Dissonance = ——————————————————–

Pentingnya stimulus x jumlah kognitif consonance

 

Contoh : Seorang ibu rumah tangga yang bekerja di kantor. Di satu pihak, dengan bekerja ia dapat tambahan pendapatan bagi keluarganya yang akhirnya dapat memenuhi kebutuhan bagi keluarga dan anak-anaknya, termasuk kebutuhan makanan yang bergizi. Apabila ia tidak bekerja, jelas tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok keluarga. Di pihak yang lain, apabila ia bekerja, ia kuatir terhadap perawatan terhadap anak-anaknya akan menimbulkan masalah. Kedua elemen (argumentasi) ini sama-sama pentingnya, yakni rasa tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga yang baik.

Titik berat dari penyelesaian konflik ini adalah penyesuaian diri secara kognitif. Dengan penyesuaian diri ini maka akan terjadi keseimbangan kembali. Keberhasilan tercapainya keseimbangan kembali ini menunjukkan adanya perubahan sikap dan akhirnya akan terjadi perubahan perilaku.

 

3. Teori Kurt Lewin

Kurt Lewin (1970) berpendapat bahwa perilaku manusia adalah suatu keadaan yang seimbang antara kekuatan-kekuatan pendorong (driving forces) dan kekuatan-kekuatan penahan (restrining forces). Sehingga ada 3 kemungkinan terjadinya perubahan perilaku pada diri seseorang itu, yakni :

a. Kekuatan-kekuatan pendorong meningkat. Hal ini terjadi karena adanya stimulus-stimulus yang mendorong untuk terjadinya perubahan-perubahan perilaku. Stimulus ini berupa penyuluhan-penyuluhan atau informasi-informasi sehubungan dengan perilaku yang bersangkutan. Misalnya seseorang yang belum ikut KB (ada keseimbangan antara pentingnya anak sedikit dengan kepercayaan banyak anak banyak rezeki) dapat berubah perilakunya (ikut KB) kalau kekuatan pendorong yakni pentingnya ber-KB dinaikkan dengan penyuluhan-penyuluhan atau usaha-usaha lain.

 

Kekuatan Pendorong – Meningkat

Perilaku Semula —————————————–> Perilaku Baru

Kekuatan Penahan

 

 

b. Kekuatan-kekuatan penahan menurun. Hal ini akan terjadi karena adanya stimulus-stimulus yang memperlemah kekuatan penahan tersebut. Misalnya contoh tersebubt diatas, dengan memberikan pengertian kepada orang tersebut bahwa anak banyak rezeki, banyak adalah kepercayaan yang salah maka kekuatan penahan tersebut melemah dan akan terjadi perubahan perilaku pada orang tersebut.

Kekuatan Pendorong

Perilaku Semula —————————————–> Perilaku Baru

Kekuatan Penahan – Menurun

 

c. Kekuatan pendorong meningkat, kekuatan penahan menurun. Dengan keadaan semacam ini jelas juga akan terjadi perubahan perilaku. Seperti contoh diatas, penyuluhan KB yang berisikan memberikan pengertian terhadap orang tersebut tentang pentingnya ber-KB dan tidak benarnya kepercayaan anak banyak, rezeki banyak, akan meningkatkan kekuatan pendorong dan sekaligus menurunkan kekuatan penahan.

Kekuatan Pendorong – Meningkat

Perilaku Semula —————————————–> Perilaku Baru

Kekuatan Penahan – Menurun

SISTEM INFORMASI KESEHATAN (SIK) DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN JEPARA

19 Komentar


DENGAN SEKALI KLIK 

DATA INFORMASI TERSAJI DI SISTEM INFORMASI KESEHATAN (SIK) SECARA  CEPAT DAN AKURAT

 

Oleh : Abdul Qorib, SKM, MMKes

Staf Subag Perencanaan dan Evaluasi DKK Jepara

 

Sistem informasi kesehatan (SIK) merupakan suatu pengelolaan data yang menghasilkan informasi di seluruh tingkat baik DKK maupun Puskesmas beserta jaringannya yang dikelola secara sistematis dalam rangka meningkatkan penyelengggaraan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini berdasarkan pada Kepmenkes No.004/Menkes/SK/I/2003 tentang kebijakan & strategi desentralisasi bidang kesehatan dan Kepmenkes No.932/ Menkes/SK/VIII/2002 tentang petunjuk pelaksanaan pengembangan sistem laporan informasi kesehatan kabupaten/kota. Selain SIK Kabupaten, sekarang ini juga sedang dikembangkan SIKNAS tingkat nasional oleHh PUSDATIN.

 

 

Dalam kehidupan sehari-hari dapat kita rasakan bagaimana sulitnya menentukan kebijakan atau pengambilan keputusan yang baik bila data/informasi yang akan dipakai untuk mendasarinya kurang atau tidak cukup tersedia. Tanpa dukungan data/informasi yang baik kebijakan yang kita ambil akan kurang tepat atau keliru.

Dari permasalahan diatas SIK adalah salah satu solusi yang dapat menjawab tantangan tersebut. SIK adalah integrasi semua aspek informasi tentang kesehatan, meliputi manusia, manajemen, alat dan teknologi, terutama komputer. Sistem Informasi Kesehtan memungkinkan diperolehnya informasi kesehatan baik pasien, dokter, Kepala Puskesmas, dan Pejabat Pengambil Keputusan lainnya dengan cepat dan mudah menurut ketentuan dan kepentingan masing-masing.

Dengan diaplikasikannya SIK di Puskesmas Karimunjawa tanggal 20 juli 2011 atas mandat dari dr. Agussalim Riyadi, MM (Ka. DKK Jepara), maka Puskesmas Karimunjawa sudah menyetarakan diri dengan 20 puskesmas lainnya di wilayah Kab. Jepara dalam memenejemen datanya.

Saat ini SIK di DKK Jepara telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, baik perkembangan dalam bidang software, hardware, serta kemampuan petugas. Software SIK sampai saat ini mampu mendukung kegiatan loket pendaftaran puskesmas sehingga riwayat sakit penderita beserta keluarga (Family Folder) dapat terekam dengan baik dan mudah dicari apabila dibutuhkan. Diagnosa dan perintah pengobatan dientrykan melalui komputer ruang pemeriksaan dan saat itu juga petugas apotik dapat menyiapkan obat pasien.

Dari kegiatan sederhana tersebut komputer mampu mengolah data menjadi informasi sebaran penyakit dalam bentuk peta wilayah, 20 besar penyakit yang ada, pengawasan wabah/KLB mingguan, serta laporan penyakit lainnya seperti ISPA, Diare, PTM dll. Disamping itu dihasilkan penghitungan obat yang rinci dan tepat mengenai penerimaan dan pemakaian obat sehingga dapat membantu mengenai perancanaan ataupun penyetokan obat yang mana obat yang banyak dibutuhkan dan menghindari stok obat berlebih ataupun kurang. Dari setiap pelayanan yang diberikan baik oleh dokter, perawat dan bidan akan dihitung oleh komputer menjadi laporan kinerja yang merupakan pendukung dalam penetapan angka kredit. Informasi mengenai karyawan tentang kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, pensiun pegawai, DUK dll dapat diakses denngan cepat melalui SIK.

Semua Kegiatan di atas tidak hanya berlangsung di puskesmas saja namun sub unit seperti PKD, Puskesmas keliling, dan Puskesmas Pembantu juga di wajibkan untuk mengentrykan datanya, sehingga tercipta data yang acuntable, akurat dan tepat waktu dan akhirnya mampu mendukung pengambilan keputusan yang berkualitas pula.

Software SIK telah mengalami beberapa pengembangan. Dari versi sik 1.0 dikembangkan menjadi sik 2.0 dan saat ini sedang dikembangkan sik 3.0 yang didalamnya ditambahkan modul PWS KIA yang akan memantau kegiatan kesehatan ibu dan anak baik di BPS maupun posyandu mengenai Imunisasi, gizi dan penimbangan balita, pelayanan persalinan, nifas dan neonatus. PWS KIA akan mencakup semua catatan pelayanan nakes yang diberikan kepada pasien sejak lahir, neonatus, bayi, balita, usia SD, remaja, imunisasi capeng, hamil, melahirkan, nifas, KB dan manula.

Selain itu modul SIMKESLING (Sistem Informasi Menejemen Kesehatan Lingkungan) akan menambah sempurnanya aplikasi SIK. Semua data tentang pengawasan Lingkungan, Pengawasan Air Bersih, Pengawasan Jamban, Pengawasan Makanan dan Minuman, dll.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, DKK melalui program SIK telah berusaha meningkatkan sarana hardware yang ada. Jumlah komputer di tingkatkan secara bertahap yaitu tahun 2007 12 unit, th 2008 20 unit, th 2009 32 unit, th 2010 20 unit, total 84 unit komputer. Data-data yang ada di tiap server puskesmas akan dipancarkan melalui WAN yang ada di menara triangle yang ada di tiap-tiap puskesmas. Saat ini DKK Jepara mempunyai 19 unit menara triangle (di puskesmas, instalasi farmasi, DKK) dan 10 menara pipa di PKD. Untuk kelancaran data, transfer data juga di kembangkan melalui sistem upload dan download via internet.

Dari kemajuan-kemajuan yang ada DKK Jepara juga menyadari masih banyaknya kekurangan, misalnya jumlah komputer yang ada tidak sebanding dengan aktivitas kegiatan yang ada, Untuk puskesmas induk jumlah standar adalah 10 unit PC per puskesmas dan 1 unit laptop per PKD serta 20 unit PC di DKK. Untuk masalah tenaga, DKK hanya mempunyai 1 orang ahli dalam bidang alur program dan konten kesehatan dan 1 orang tenaga teknisi komputer. Serta alokasi dana untuk SIK yang masih jauh dari yang diharapkan.

Namun demikian, saat ini SIK mampu memberikan data yang optimal misalnya tahun 2010 sebanyak 1.081.635 data kunjungan pasien puskesmas secara by name ter-entry ke dalam SIK yang bagi sebagian besar Kabupaten/Kota di Jawa Tengah menjadi masalah, tetapi di Kab. Jepara SIK sudah eksis dan sudah tidak bisa terpisahkan dengan puskesmas. Bahkan di tahun 2010 Kab. Kudus ikut mengunakan aplikasi SIK Jepara dan meminta bantuan team SIK Jepara ikut membina SIK Kudus.

UPDATE APLIKASI SIK

7 Komentar


download sik jepara version 3.2

download update database sik jepara version 3.2

download database obat jepara 2012_12_10

download sik kudus version 3.3

download database sik kudus version 3.3

download sik tegal version 2.0

CARA UPDATE OBAT

Letakkan Folder “updateobat” hasil download database obat jepara 2012_12_10 ke drive D

kemudian buka folder dan temukan file updateobat.bat…

klik 2 kali….

tunggu sampai selesai

SELAMAT MENCOBA

 

CARA UPDATE APLIKASI KUDUS

Extrak Folder “sikkudus_33.zip” hasil download sik kudus version 3.3 ke Address C:\Inetpub\wwwroot

tunggu sampai selesai

SELAMAT MENCOBA

 

CARA DATA BASE SIK KUDUS

extract file “updatesik_kudus_33.zip” hasil download database sik kudus version 3.3 ke drive D

kemudian buka folder updatesik_kudus_33  di drive D dan temukan file update_sik_puskesmas.bat…

klik 2 kali….

tunggu sampai selesai

SELAMAT MENCOBA

 

BUKU MANUAL SIK KUDUS

4 Komentar


  1. I.    MASUK APLIKASI SIK

LOGIN SIK

 

Klik 2 kali (doble clik) icon Internet Explorer pada desktop (layar komputer) Anda.

gambar 1.1

Apabila di desktop Anda tidak terdapat icon Internet Exploler, silakan klik start kemudian klik Internet Explorer.

gamjbar 1.2

Setelah Anda klik Internet Exploler, akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini:

Gambar 1.3

Apabila pada komputer Anda tidak terdefault aplikasi SIK, silakan ketik nama Puskesmas pada kotak adrres.

Contoh: apabila Anda ingin membuka aplikasi SIK di Puskesmas Kaliwungu, maka Anda tinggal mengetik kaliwungu pada kotak address. Kemudian klik enter.

gambar 1.4

Untuk login ke aplikasi SIK, Anda harus mengisi User Name dan Password terlebih dahulu.

User name dan password harus SAMA

Pengisian user name dan password menggunakan huruf KAPITAL sesuai dengan nama Puskesmas.

Contoh: user name: KALIWUNGU, maka passwordnya: KALIWUNGU.

Setelah itu klik Login.

Dibawah ini adalah contoh pengisian user name dan password Puskesmas Kaliwungu.

gambar 1.5

Setelah Anda klik login, maka akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini:

gambar 1.6

  1. MENDAFTARKAN NAMA PUSKESMAS, PKD, DAN SUB UNIT LAINNYA

 

Untuk entri data dalam gedung (Puskesmas induk) secara otomatis sudah di seting oleh programmer DKK. Tetapi didalam kenyataan sebenarnya entri data tidak hanya dilakukan oleh user Puskesmas induk saja tetapi juga dilakukan oleh user dari sub unit.

Misalnya: PKD, Puskesmas Pembantu, Pusling dll. Agar semua user juga dapat mengentri data maka harus didaftarkan terlebih dahulu. Untuk mendaftarkan nama sub unit, Anda bisa masuk ke menu SIMPUS pada MENU UTAMA.

gambar 1.7

Ingat, pada saat Anda mengklik menu SIMPUS, posisi kursor harus bergambar tangan.

Setelah Anda klik menu SIMPUS, maka akan muncul tampilan seperti gambar dibawah:

gambar 1.8

  • File Puskesmas

 

Pada menu ini Kita akan mendaftarkan sub unit pada aplikasi SIK. Sehingga data Pusling/ Pustu dan PKD bisa tersimpan. Berikut adalah langkah- langkah yang dapat Anda tempuh:

Klik menu File Puskesmas.

gambar 1.9

Setelah Anda klik menu File Puskesmas, akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini:

gambar 1.10

Untuk menambah sub unit, silakan klik Input Master Puskesmas. Lihat gambar 1.10.

Setelah Anda klik Input Master Puskesmas, akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini:

gambar 1.11

Isilah kotak- kotak yang tersedia dengan lengkap dan benar.

Peringatan!!

Untuk Puskesmas Keliling Anda singkat menjadi PUSLING.

Untuk Puskesmas Pembantu Anda singkat menjadi PP.

Anda juga musti menggunakan huruf KAPITAL.

Setelah itu klik Simpan Data. Kemudian klik OK  pada kotak dialog yang akan muncul setelah Anda mengklik Simpan Data.

gambar 1.12

Berikut adalah contoh pengisian kotak- kotak yang telah tersedia untuk mendaftarkan sub unit Anda.

gambar 1.13

Setelah Anda selesai mendaftarkan sub unit tadi, klik menu Daftar Puskesmas. Lihat gambar 1.13.

Pada menu Daftar Puskesmas ini, Anda dapat melihat sub unit yang tadi Anda daftarkan. Apabila Anda berhasil, maka nama sub unit tersebut akan terdaftar dalam Daftar Puskesmas.

gambar 1.14

Tetapi hal tersebut belumlah cukup. Anda masih harus membuat password untuk sub unit tersebut dengan cara sebagai berikut:

Setelah Anda melihat daftar nama sub unit pada Daftar Puskesmas, klik Menu Utama untuk kembali ke MENU UTAMA.

Kemudian klik menu Input User pada menu SIMPUS.

gambar 1.15

Setelah Anda klik Input User, akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini:

gambar 1.16

Untuk pengisian kotak Username, Password, dan Konfirmasi Password harus SAMA dan menggunakan huruf KAPITAL. Misal tadi Anda menginput nama PKD MIJEN, maka untuk pengisian Username, Password, dan Konfirmasi Password Anda isi: PKD MIJEN. Kemudian klik Simpan Data.

Berikut adalah contoh pengisian kotak- kotak yang telah tersedia untuk membuat Password PKD MIJEN.

gambar 1.17

Setelah Anda klik Simpan Data, secara otomatis PDK MIJEN akan terdaftar dalam menu Daftar User.

gambar 1.18

Setelah itu Anda baru bisa login ke program SIK dengan Username dan Password PKD MIJEN.

Anda juga bisa mendaftarkan Puskesmas Keliling ataupun Puskesmas Pembantu dengan cara yang sama saat Anda mendaftarkan PKD.

  • Daftar User

 

Pada menu Daftar User, Anda dapat melihat daftar pengguna/ user aplikasi SIK ini. Selain itu, Anda juga dapat melihat apakah proses pendaftaran sub unit Anda berhasil atau tidak. Apabila sub unit yang tadi Anda daftarkan sudah masuk ke dalam menu Daftar User, baru sub unit tersebut dapat mengentri ke Aplikasi SIK.

Berikut langkah- langkah yang dapat Anda tempuh:

Klik menu Daftar User pada menu SIMPUS.

gambar 1.19

Setelah itu akan muncul seperti gambar 1.18. Lihat gambar 1.18 pada halaman 7.

  • File Tujuan

 

Pada menu ini, Anda dapat melihat kelompok- kelompok tujuan berobat dan biaya karcis yang harus ditanggung oleh pasien.

Berikut langkah- langkah yang dapat Anda tempuh:

Klik File Tujuan pada menu SIMPUS.

gambar 1.20

Setelah Anda klik File Tujuan, akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini:

gambar 1.21

II. SIPEG (Sisitem Informasi Manajemen Pegawai)

Pada menu SIMPEG, kita dapat mengolah data tentang kepegawaian di setiap Puskesmas dan sub unitnya. Sehingga kita bisa melihat data pegawai yang ada, bahkan kita pun dapat melihat kinerja mereka.

  1. INPUT DATA KARYAWAN

 

Menu ini digunakan untuk mendaftarkan data pegawai- pegawai pada Puskesmas dan sub unit yang ada.

Berikut langkah- langkah yang dapat Anda tempuh:

Klik menu SIMPEG  pada MENU UTAMA.

gambar 1.22

Kemudian klik menu Input Data Pegawai.

gambar 1.23

Kemudian Isilah kotak- kotak yang telah disediakan dengan lengkap dan benar.

gambar 1.24

Setelah selesai mengisi kotak- kotak yang ada, Anda klik Simpan

Setelah Anda mengklik Simpan, maka akan muncul kotak dialog sepert gambar dibawah ini:

gambar 1.25

Silakan Anda klik OK.

Lengkapilah data diri pegawai Anda, karena data pegawai ini akan sangat berguna baik bagi Puskesmas Anda sendiri maupun bagi DKK.

  1. EDIT DATA PEGAWAI

 

Kadang- kadang data pegawai yang kita entri sudah terlanjur disimpan dan ternyata salah, maka cara mengeditnya adalah sebagai berikut:

Klik Daftar Data Pegawai pada menu SIMKA.

gambar 1.26

Setelah muncul tampilan seperti dibawah, pilihlah nama yang ingin Anda edit.

Kemudian klik Edit.

 

gambar 1.27

Setelah Anda klik Edit akan muncul tampilan seperti gambar dibawah:

gambar 1.28

Setelah itu, edit data Anda yang salah. Kemudian klik Edit Data.

Kemudian akan muncul dialog seperti di bawah ini, silakan Anda klik OK.

gambar 1.29

Kadang kita malas untuk mencari nama di sekian banyak nama pegawai yang ada. Maka Anda dapat mengambil jalan pintas, dengan cara memasukkan data pada kotak- kotak diatas kolom nama.

gambar 1.30

Disamping Nama, Anda juga bisa mencari lewat NIP atau No.Karpeg. Setelah Anda menginput didalam kotak, lalu klik Enter maka data itu akan semakin spesifik, sehingga Anda akan semakin mudah mencarinya.

gambar 1.31

  1. DAFTAR URUTAN KEPANGKATAN (DUK)

 

Untuk melihat data urutan kepangkatan pegawai yang terdapat dalam Puskesmas, Anda bisa klik menu Daftar Urutan Kepangkatan.

gambar 1.32

Setelah Anda klik, maka akan muncul tampilan gambar sebagai berikut:

gambar 1.33

Kemudian isi kotak Golongan sesuai dengan data yang ingin Anda lihat, kemudian klik OK.

Anda akan melihat data pegawai Puskesmas berdasarkan urutan kepangkatan.

Untuk melihat data pegawai Puskesmas secara keseluruhan, Anda tidak perlu mengisi kotak Golongan.

gambar 1.34

Gambar 1.34 adalah tampilan Daftar Urutan Kepangkatan tanpa mengisi kotak Golongan.

Untuk melihat identitas setiap pegawai Anda bisa klik Lihat.

gambar 1.35

  1. D.   LAPORAN KENAIKAN PANGKAT

 

Pada menu ini Anda dapat melihat laporan kenaikan pangkat pegawai- pegawai di Puskesmas Anda.

Berikut adalah langkah- langkah yang dapat Anda tempuh

gambar 1.36

Kemudian Klik OK, apabila Anda ingin melihat data kenaikan pangkat semua pegawai di Puskesmas, , Anda tidak perlu mengisi kotak Nama Pegawai.

Apabila Anda ingin melihat data kenaikan pangkat salah satu pegawai saja. Anda dapat mengisi kotak Nama Pegawai.

gambar 1.37                              gambar 1.38

Setelah Anda mengklik OK, akan muncul tampilan seperti gambar dibawah:

gambar 1.39

Pada gambar 1.39 terdapat beberapa kotak yang dapat Anda isi untuk menspesifikkan data pegawai yang ingin Anda lihat.

Untuk melihat detail data pegawai tersebut,Anda dapat mengklik Lihat.

 

  1. E.   LAPORAN KENAIKAN GAJI BERKALA

Pada menu ini, Anda dapat melihat data pegawai yang akan mendapatkan kenaikan gaji berkala. Baik secara keseluruhan maupun perpegawai.

Berikut langkah- langkah yang dapat Anda tempuh:

Klik menu Lap. Kenaikan Gaji Berkala.

 

gambar 1.40

 

Kemudian Klik OK, apabila Anda ingin melihat data kenaikan gaji berkala semua pegawai di Puskesmas, Anda tidak perlu mengisi kotak Nama Pegawai

Apabila Anda ingin melihat data kenaikan gaji berkala salah satu pegawai saja. Anda dapat mengisi kotak Nama Pegawai.

gambar 1.41                              gambar 1.42

Setelah Anda mengklik OK, akan muncul tampilan seperti gambar dibawah:

gambar 1.45

Pada gambar 1.45 terdapat beberapa kotak yang dapat Anda isi untuk menspesifikkan data pegawai yang ingin Anda lihat.

  1. F.    DAFTAR PENSIUN PEGAWAI

 

Pada menu ini, Anda dapat melihat pegawai mana yang akan purna tugas.

Berikut langkah- langkah yang dapat Anda tempuh:

Klik menu Daftar Pensiun Pegawai.

 

gambar 1.46

Kemudian Klik OK, apabila Anda ingin melihat data kapan semua pegawai di Puskesmas akan pensiun, Anda tidak perlu mengisi kotak Nama Pegawai

Apabila Anda ingin melihat data salah satu pegawai saja. Anda dapat mengisi kotak Nama Pegawai.

gambar 1.47                                 gambar 1.48

 

Setelah Anda mengklik OK, akan muncul tampilan seperti gambar dibawah:

gambar 1.49

Pada gambar 1.49 terdapat beberapa kotak yang dapat Anda isi untuk menspesifikkan data pegawai yang ingin Anda lihat.

Untuk melihat detail data pegawai tersebut, Anda dapat mengklik Lihat.

  1. G.   LAPORAN KINERJA PEGAWAI

Pada menu ini, Anda dapat melihat kinerja pegawai Puskesmas. Sehingga Anda dapat mengevaluasi kinerja pegawai Puskesmas Anda.

Berikut langkah- langkah yang dapat Anda tempuh:

Klik menu Lap.Kinerja Pegawai.

 

gambar 1.50

 

Setelah Anda klik Lap.Kinerja Pegawai, maka akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini:

gambar 1.51

Isilah kotak tanggal sesuai dengan data yang ingin Anda lihat. Setelah selesai, silahkan Anda  klik OK.

gambar 1.52

Diatas adalah contoh laporan kinerja pegawai Puskesmas Kaliwungu, dari tanggal 1-5-2010 s/d 31-5-2010.

Untuk melihat data pasien yang terdaftar pada masing- masing dokter atau bidan yang menangani, klik Daftar Pasien. Setelah itu akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini:

gambar 1.53

Untuk melihat data pasien itu sendiri, Anda bisa klik NO CMnya.

Sehingga akan muncul tampilan seperti gambar dibawah:

gambar 1.54

Mohon untuk pengisian data kepegawaian diisi dengan lengkap dan di update setiap kali ada perubahan. Karena data kepegawaian ini sangat berguna, baik bagi Puskesmas sendiri maupun bagi DKK.

  1. III.       SIMPUS (Sisitem Manajemen Puskesmas)

Semua kegiatan di Puskesmas terangkum di menu ini. Baik dari saat mendaftar pasien di loket sampai saat kita mengentri obat pada apotek. Bahkan kita pun dapat melihat pelaporannya.

  1. ENTRY LOKET

 

Klik menu SIMPUS pada MENU UTAMA. Ingat, pada saat mengklik kursor harus berbentuk tangan.

gambar 1.55

Setelah Anda klik menu SIMPUS maka akan muncul tampilan seperti gambar dibawah:

gambar 1.56

  • DAFTAR PASIEN BARU

 

Di menu ini akan dijelaskan bagaimana cara kita mendaftarkan pasien yang baru dan belum pernah mendaftar ke Puskesmas. Caranya:

Klik menu Cari Identitas Pasien.

gambar 1.57

Setelah itu klik Input Data Pasien.

gambar 1.58

Isilah kotak-kotak yang telah tersedia sesuai dengan KTP pasien. Setelah itu klik Simpan Data.

gambar 1.59

Pada saat mengisi kotak- kotak yang telah disediakan, ada beberapa kotak yang perlu Anda perhatikan. Pada beberapa kotak terdapat gambar panah. Disitu Anda diberi pilihan isian kotak. Jadi Anda tidak perlu mengetik lagi.

Untuk pengisian kotak No CM Lama dan kotak No Askes/ Askeskin  akan dibahas lebih lanjut.

  • DAFTAR PASIEN LAMA

 

Pada menu ini akan dibahas bagaimana mengentri pasien yang sudah pernah berobat di Puskesmas. Sehingga tidak akan terjadi penumpukan data pasien. Berikut adalah langkah- langkah yang harus Anda tempuh:

Klik Cari Identitas Pasien. Lihat gambar 1.57.

Setelah muncul tampilan seperti di bawah, isilah kotak Nama dan Alamat. Kemudian klik CARI DATA atau klik Enter.

Anda bisa juga mencari data pasien dengan cara mengisi kotak No CM Lama maupun kotak KK.

Kotak- kotak tersebut akan mempermudah Anda dalam pencarian data pasien yang pernah berobat di Puskesmas.

gambar 1.60

Setelah muncul tampilan seperti gambar 1.61, Anda klik No CM sesuai dengan kartu pasien.

gambar 1.61

Setelah muncul tampilan seperti gambar 1.62, isilah kotak Tujuan Berobat dan Puskesmas dengan cara mengklik tAnda panah yang ada pada kotak- kotak tersebut.

gambar 1.62

Anda juga harus mengganti isi kotak Kunjungan, dari baru, menjadi lama.

Setelah selesai klik Simpan Data.

Untuk umur Anda bisa merubah sesuai dengan keadaan sekarang.

  • CARI DATA PASIEN RJ

 

Pada menu ini Anda akan dipermudah dalam mencari data pasien RJ pada Puskesmas Anda. Baik data diri pasien tersebut hingga ke diagnosa dokter dan obat yang telah pasien terima.

Berikut adalah langkah- langkah yang harus Anda tempuh:

Klik Cari Data Pasien RJ.

gambar 1.63

Setelah Anda klik Cari Data Pasien, maka akan muncul tampilan seperti gambar berikut:

gambar 1.64

Setelah Anda isi kotak Nama dan Alamat kemudian klik Cari Data.

Maka akan muncul tampilan sebagai berikut:

gambar 1.65

Untuk mengetahui data dari pasien tersebut Anda bisa mengeklik No Transaksi.

Setelah Anda klik No transaksi, di layar Anda akan muncul tampilan sebagai berikut:

                        gambar 1.66

 

  • SISTEM PENOMORAN FAMILY FOLDER

 

Di Puskesmas pasien-pasien dalam satu keluarga kartu rekam mediknya tidak disimpan terpisah, melainkan kartu rekam mediknya dikumpulkan dalam suatu map yang disebut family folder. Demikian pula di aplikasi SIK, agar pasien pada waktu pencarian dapat ditemukan seluruh anggota keluarga maka gunakanlah penomoran CM LAMA. Caranya dengan memasukkan suatu nomor kembar dalam suatu keluarga ke dalam kotak cm lama.

Untuk penomoran family folder kita akan membantu mengurutkannya.

gambar 1.67

Klik Dalam Wil apabila pasien masih berdomisili di dalam lingkup Puskesmas, klik Luar Wil apabila pasien berdomisili di luar lingkup Puskesmas atau klik Luar Kab, kalau pasien berasal dari luar Kabupaten.

Kemudian isilah kotak- kotak yang sudah tersedia dengan lengkap. Setelah itu klik Simpan Data.

Ingat, penomoran menggunakan CM Lama hanya dilakukan apabila pasien tersebut masih satu keluarga.

  • SISTEM PENOMORAN ASKESKIN

 

Apabila pasien memakai fasilitas Jamkesmas atau Jamkesmasda Anda juga harus mengisi kotak No Askes/ Askeskin yang sudah tersedia.

gambar 1.68

Kadang-kadang pasien tidak membawa kartu jamkesmas sehingga pendaftar kesulitan dalam memberikan nomor jamkesmas. Diaplikasi ini Anda tidak usah kawatir karenan program ini dilengkapi data base pasien jamkesmas dan jamkesmasda seluruh kab Kudus, adapun caranya adalah sbb:

Setelah Anda klik No Askes/ Askeskin, maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini, kemudian sesuaikan nomor yang ada pada kartu Jamkes/ Askes dengan nomor yang berada dibawah NO KARTU. Apabila sudah sesuai, Anda copy ke kotak No Askes/ Askeskin.

gambar 1.69

                                       gambar 1.70

 

  • EDIT PASIEN

 

Apabila terjadi kesalahan dalam pengentrian pasien dan sudah tersimpan,Anda dapat mengedit lagi. Caranya: kembali masuk ke Cari Identitas Pasien, masukkan nama dan alamat pasien yang akan Anda edit pada kotak yang telah disediakan. Kemudian klik Enter. Setelah itu klik Edit.

gambar 1.71

Setelah Anda klik Edit, maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini:

gambar 1.72

Kemudian edit data yang ingin Anda rubah, setelah itu klik Simpan Data.

Data pasien hanya akan diedit tetapi tidak akan terdaftar.

 

  • TAMBAH ANGGOTA KELUARGA

 

Apabila Anda akan menambah data pasien menjadi anggota keluarga pasien yang sebelumnya, Anda klik Tambah.

gambar 1.73

Setelah Anda klik, maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini:

gambar 1.74

Didalam menu tambah, Anda hanya diminta mengisi nama, umur, jenis kelamin, tujuan berobat, kunjungan dan puskesmas saja, sedangkan data yang lain akan menyesuaiakan dengan data awal.

Kemudian klik Simpan Data.

  • ENTRY BP / KIA

Pada menu ini akan dijelaskan bagaimana kita mengentry diagnosa Dokter maupun Bidan pemeriksa.

  1. B.   DAFTAR TUNGGU

 

Masuklah ke menu SIMPUS, kemudian klik Daftar Tunggu pada kotak MENU TRANSAKSI.

gambar 1.75

Setelah Anda klik Daftar Tunggu, maka komputer Anda akan menampilkan tampilan sebagia berikut:

gambar 1.76

Diatas Anda bias lihat data nama- nama pasien yang telah Anda input pada saat entri loket.

Di situ juga dilengkapi fasilitas pencarian pasien dengan Nama maupun CM Lama.

Setelah Anda mengisi salah satu kotak “Nama” atau “CM Lama”, kemudian klik “Enter” atau “OK”.

gambar 1.77

Kemudian klik notrans, maka di layar komputer Anda akan muncul tampilan sebagai berikut.

gambar 1.78

Anda cukup mengisi kotak-kotak pada: Penyakit Utama, Kasus dan Pemeriksa. Kemudian klik Simpan Data.

Jika kode penyakit hafal, maka isikanlah kode lalu tekan tombol tab pada keyboard maka akan muncul penyakit yang kita kehendaki.

  • KUNJUNGAN SEHAT

 

Setelah Anda menyimpan data diatas, maka akan muncul tampilan edit data RJ. Form ini berguna untuk mengadakan perubahan pada transaksi rawat jalan. Misalnya tanggal salah, poli, diagnose, pemeriksa dll terjadi kesalahan entri.

Tombol kunjungan sehat berfungsi untuk mengentri tindakan imunisasi dan keluarga berencana.

gambar 1.79

Setelah itu klik kotak ”Kunjungan Sehat”. Sehingga mucul tampilan sebagai berikut:

gambar 1.80

Untuk kotak mengisi kotak Tindakan Anda tinggal memilih tindakannya dengan cara mengeklik tanda panah yang terdapat pada pojok kanan kotak.

Secara otomatis kotak Tarif akan terisi sendiri. Apabila pada kotak Tarif tersebut tidak sesuai dengan tarif yang ada, Anda bisa mengetik sendiri.

Untuk kotak Keterangan Anda bisa mengisi keterangan yang Anda butuhkan.

Setelah itu klik Tambah Data. Secara otomatis data yang baru saja Anda entri akan tertambah di tabel yang ada dibawah kotak- kotak.

 

  • TINDAKAN UGD

 

Apabila pada Puskesmas terdapat tindakan- tindakan UGD, Dimenu inilah Anda bisa mengentri datanya.

Untuk menginput Tindakan UGD Anda tinggal kembali lagi dengan mengklik menu Rawat Jalan.

gambar 1.81

Kemudian klik kotak Tindakan UGD. Maka akan muncul tampilan sebagai berikut:

gambar 1.82

Setelah Anda klik menu Tindakan UGD, maka akan muncul tampilan sebagai berikut:

gambar 1.83

Untuk pengisian kotak- kotak yang tersedia hampir sama dengan pengisian pada menu Kunjungan Sehat.

    

  • TINDAKAN KEPERAWATAN

 

Untuk menginput tindakan keperawatan yang terjadi pada Puskesmas, Anda klik Tindakan Keperawatan. Lihat gambar 1.82.

gambar 1.84

Untuk pengisian kotak- kotak yang tersedia hampir sama dengan pengisian pada menu Kunjungan Sehat.

Untuk kembali ke menu sebelumnya Anda bisa klik Back pada pojok kiri atas.

gambar 1.85

 

  • TINDAKAN LABORATORIUM

 

Menu ini digunakan untuk mengentri tindakan laboratorium pada Puskesmas.

Klik  menu Laboratorium.

gambar 1.86

kemudian isi kotak- kotak yang kosong sesuai dengan data telah Anda siapkan.

  • ENTRY PEMERIKSAAN PENUNJANG (EKG, RONTGEN)

 

Pada menu ini, kita akan dapat mengentri semua kegiatan penunjang di Puskesmas.

Klik Pemeriksaan Penunjang.

gambar 1.87

Setelah Anda klik, akan muncul tampilan sebagai berikut:

gambar 1.88

Form diatas digunakan untuk mengentri periksaan penunjang (rontgen, EKG).

Isilah kotak- kotak yang telah disediakan dengan data yang sudah Anda siapkan.

Setelah itu klik Tambah Data.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. LAPORAN-LAPORAN
  • LAPORAN KUNJUNGAN RJ

 

Untuk melihat data kunjungan pasien ke Puskesmas yang sudah terekap, Anda klik Lap.Kunjungan RJ yang terletak pada kotak Pelaporan.

gambar 1.89

Setelah itu akan muncul tampilan sebagai berikut:

gambar 1.90

Isilah kotak Mulai Tanggal dan Sampai Tanggal sesuai dengan keinginan Anda.

Pada kotak Puskesmas Anda dapat mengisi tujuan Puskesmas atau PKD yang ingin Anda lihat. Dengan cara mengeklik tanda panah pada kotak Puskesmas.

gambar 1.91

Dibawah adalah contoh laporan kunjungan RJ dari tanggal I Mei 2010 hingga 31 Mei 2010 Puskesmas Jepara

gambar 1.92

Anda juga dapat melihat data diatas dalam bentuk MS Word atau MS Excel, dengan cara mengeklik kotak Export Ke MS WORD atau Export ke EXCEL.

gambar 1.93

Setelah Anda klik Export Ke MS WORD, maka akan muncul tampilan sebagai berikut, kemudian klik “OPEN”.

gambar 1.94

Apabila muncul dialog seperti di bawah ini, Anda klik OK

gambar 1.95

Pelaporan dalam bentuk MS WORD

gambar 1.96

Pelaporan dalam bentuk MS EXCEL

gambar 1.97

  • LAPORAN RINCIAN RJ

 

Di menu ini Anda dapat melihat perincian keuangan rawat jalan yang terjadi di Puskesmas.

Caranya: klik menu Laporan Rinci RJ pada kotak Pelaporan.

gambar 1.98

Setelah Anda klik, maka di layar komputer Anda akan muncul tampilan sebagai berikut:

gambar 1.99

Isilah kotak- kotak yang telah tersedia sesuai dengan keinginan Anda. Setelah itu klik OK.

Setelah Anda mengisi kotak- kotak tersebut dan mengeklik OK, maka akan muncul tampilan seperti di bawah:

gambar 2.00

Tampilan diatas adalah penerimaan Puskesmas dari Instalasi rawat jalan dari tanggal 1-5- 2010 s/d 1-6-2010.

  • PENYEBARAN PENYAKIT RAWAT JALAN

 

Untuk melihat peta penyebaran penyakit, Anda dapat masuk ke menu Penyebaran Penyakit RJ.

Klik menu Penyebaran Penyakit RJ pada kotak Pelaporan.

gambar 2.01

Setelah Anda klik menu Penyebaran Penyakit RJ, akan muncul tampilan sebagai berikut:

gambar 2.02

Kemudian isilah kotak- kotak yang tersedia sesuai dengan keinginan Anda.

Untuk pengisian kotak Jenis Penyakit Anda hanya tinggal mengklik tanda panah yang terdapat pojok kotak kemudian pilih salah satu jenis penyakit yang sudah tersedia.

gambar 2.03

Setelah Anda mengisi semua kotak yang ada, kemudian klik OK. Setelah itu akan muncul tampilan seperti gambar dibawah:

gambar 2.04

Setelah itu, pilih klik satu kecamatan yang ingin Anda lihat penyebaran penyakitnya.

Misal: saya ingin melihat penyebaran penyakit DBD di kecamatan Dawe. Maka saya akan klik tulisan “Dawe” pada peta. Setelah itu akan muncul;

gambar 2.05

Setelah muncul peta di atas, Anda dapat  mengeklik desa yang Anda inginkan. Misal Anda ingin melihat data penyebaran penyakit DBD di desa Piji.

Klik tulisan “Piji” pada peta.

gambar 2.06

Untuk melihat data yang lebih jelas tentang pasien yang terdaftar, Anda bisa mengklik nama pasien tersebut.

Jika Anda mengamati peta diatas, Anda akan melihat angka- angka yang ada pada setiap kecamatan. Angka- angka tersebut menunjukkan jumlah penderita penyakit.

  • LAPORAN 20 BESAR PENYAKIT RAWAT JALAN

 

Untuk mengetahui macam- macam penyakit yang menduduki peringkat 20 besar di setiap Puskesmas. Anda dapat mengeklik menu Lap.20 Besar Peny.RJ.

gambar 2.07

Setelah Anda klik, di layar komputer Anda akan muncul tampilan seperti dibawah ini:

gambar 2.08

Isilah tanggal sesuai dengan keinginan Anda.

Untuk mengisi kotak Kelompok Anda dapat memilih pilihan yang sudah disediakan, dengan cara mengeklik tanda panah pada pojok kotak kelompok.

Untuk mengisi kotak Puskesmas Anda juga dapat memilih pilihan yang sudah disediakan. Dengan cara mengeklik tanda panah pada pojok kotak puskesmas.

Setelah itu klik OK.

gambar 2.09

Anda juga dapat melihat penyebaran penyakit tersebut secara terperinci.dengan cara mengeklik nama penyakit.

Setelah Anda klik, maka akan tampil:

gambar 2.10

Untuk melihat penyebarannya, caranya sama dengan saat kita melihat data penyebaran penyakit.

  • LAPORAN KESAKITAN RAWAT JALAN

 

Untuk melihat data  macam- macam penyakit dan jumlah penderita yang telah berobat ke puskesmas berdasarkan klasifikasi usia. Anda bisa masuk ke menu Lap.Kesakitan RJ.

gambar 2.11

Setelah Anda klik akan muncul:

gambar 2.11

Ganti tanggal sesuai dengan data yang ingin Anda lihat.

Pada kotak Puskesmas Anda bisa memilih data Induk atau PKD yang ingin Anda lihat. Dengan cara mengeklik tanda panah yang ada di pojok kotak.

Pada kotak Diagnosa Anda tidak perlu mengganti apa- apa.

Pada kotak Golongan Penyakit Anda bisa memilih golongan penyakit dengan cara mengeklik tAnda panah pada pojok kotak.

Anda tidak perlu mengganti Tanggal cetak.

Pada kotak Jumlah Rekord, Anda bisa ganti sesuai dengan jumlah penyakit yang Anda inginkan.

gambar 2.12

Dimenu ini kita juga dapat melihat data tersebut dalam bentuk MS WORD ataupun MS EXCEL. Dengan cara seperti saat kita menampilkan Laporan Rinci Rawat Jalan dalam bentuk MS WORD maupun MS EXCEL.

  • LAPORAN NTBS

 

Dimenu ini kita dapat melihat pelaporan tentang data pasien Balita yang berobat ke Puskesmas.

Caranya:

Klik menu Lap.NTBS.

gambar 2.13

Kemudian isilah kotak- kotak seperti pada contoh sebelumnya:

gambar 2.14

Kemudian klik OK.

gambar 2.15

Anda juga bisa melihat laporan ini dalam bentuk MS WORD atau MS EXCEL. Caranya seperti contoh- cantoh sebelumnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • LAPORAN ISPA

 

Di menu ini Anda dapat melihat data pasien penyakit ISPA di Puskesmas, Pustu, ataupun di Bidan desa yang telah dikelompokkan tiap desa.

Caranya:

Klik menu Lap ISPA.

gambar 2.16

Kemudian klik menu LAPORAN BULANAN ISPA/ PNEMONIA.

gambar 2.17

Isilah kotak- kotak tanggal yang tersedia dengan tanggal sesuai data yang ingin Anda lihat.

gambar 2.18

Apabila kita ingin melihat data pasien ISPA pada bulan Mei 2010. Gambar 2.18  adalah contoh, pengisian kotak Bulan dan Tahun. Setelah itu klik OK.

gambar 2.19

  • LAPORAN DIARE

 

Pada menu ini, Anda dapat melihat pelaporan penyakit diare dan penanganannya secara terperinci di puskesmas dan jaringannya.

Berikut langkah- langkah yang harus Anda tempuh:

Klik menu Laporan diare.

 

 gambar 2.20

 

Isilah kotak Bulan dengan tanggal mulai Anda ingin melihat datanya.

Isilah kotak Tahun dengan tanggal akhir Anda ingin melihat datanya.

 

 gambar 2.21

 

 

 

Kemudian klik OK.

gambar 2.22

 

  • LAPORAN  MINGGUAN WABAH RAWAT JALAN

 

     Untuk melihat penyebaran wabah di Kabupaten Kudus, Anda bis klik Lap W2 RJ.

gambar 2.23

     Setelah Anda klik Lap W2 RJ, maka akan muncul tampilan sebagai berikut:

gambar 2.24

Apabila kita ingin melihat data wabah pada minggu pertama tahun 2010, diatas adalah contoh pengisian kotak Minggu Ke dan Tahun. Setelah itu klik OK.

gambar 2.25

IV.SIMO ( SISTEM MANAJEMEN OBAT )

 

  1. GUDANG OBAT

 

  • MENU TRANSAKSI

 

Klik Menu Transaksi pada menu SIMO.

gambar 2.26

Setelah Anda mengklik Menu Transaksi. Maka akan muncul tampilan sebagai berikut:

gambar 2.27

Apabila Anda akan masuk ke menu ini, Anda harus memasukkan User Name dan Password terlebih dahulu. Untuk membuat User Name dan Password, Anda bisa menghubungi bagian Renval di DKK.

Setelah Anda mengisi USER NAME dan PASSWORD maka akan muncul tampilan sebagai berikut:

gambar 2.28

  1. INPUT OBAT BELI

 

Menu ini digunakan apabila pihak DKK atau Puskesmas membeli obat dari luar. Untuk memasukkan ke program SIK, Anda klik Input Obat Beli.

gambar 2.29

Setelah Anda klik menu Input Obat Beli maka akan muncul tampilan sebagai berikut:

gambar 2.30

Pada pojok kotak Golongan Obat, terdapat gambar panah kebawah. Fungsi panah itu untuk memudahkan Anda dalam mengkelompokkan golongan obat yang akan Anda input.

gambar 2.31

Diatas adalah tampilan apabila kita klik gambar panah pada pojok kotak Golongan Obat. Kemudian klik golongan obat yang ingin Anda entri.

Untuk kotak Obat, Anda isikan nama obat yag ingin Anda entri.

Untuk kotak Satuan, Anda isikan jumlah obat yang ingin Anda entri.

Kemudian klik Simpan.

  1. TERIMA DARI GUDANG FARMASI

 

Selama ini kita masih menerima pasokan obat dari Gudang Farmasi DKK. Setelah kita terima dari gudang farmasi, maka kita akan mengentrinya ke dalam program SIK.

Klik Terima dari gudang farmasi.

gambar 2.32

Setelah Anda klik akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini:

gambar 2.33

Untuk pengisian Tgl Transaksi harus sesuai dengan tanggal penerimaan obat dari gudang farmasi.

Untuk kotak Nobatch Anda tidak perlu diisi.

Untuk pengisian kotak obat Anda tinggal memilih pada pilihan yang telah tersedia dengan mengeklik gambar panah pada pojok kotak.

gambar 2.34

Setelah itu isilah Jumlah penerimaan dengan jumlah obat yang Anda terima.

Setelah itu klik Simpan.

Secara otomatis jumlah obat yang Anda entry akan menambah jumlah stok gudang obat Anda.

  1. INPUT OBAT BARU

 

Pada saat Anda mengentri data obat, kadang ada jenis obat yang belum terdaftar ( belum masuk dalam pilihan kotak obat), maka kita dapat menambah daftar jenis obat tersebut.

Klik Input Obat Baru.

gambar 2.35

Setelah Anda klik Input Obat Baru, tampilan komputer Anda akan berubah menjadi:

gambar 2.36

Untuk kotak Pilihan Obat Anda bisa klik gambar panah pada pojok kotak.

Setelah Anda isi kotak Pilih Obat maka secara otomatis semua kotak akan terisi sendiri.

Setelah itu klik Simpan.

  1. INPUT OBAT MASUK

 

Menu ini digunakan untuk mengentri obat dari gudang ke Puskesmas yang telah keluar ke sub unit maupun ke apotek Puskesmas itu sendiri.

Menu ini hanya dientri oleh petugas gudang obat Puskesmas.

Apabila kita ingin mendistribusikan obat ke sub unit, kita tidak akan login ke Puskesmas, melainkan ke sub unit yang akan kita beri obat.

Caranya:

Klik menu Input Obat Masuk.

gambar 2.37

Setelah itu akan muncul tampilan sebagai berikut:

gambar 2.38

Klik gambar panah pada kotak Obat. Kemudian pilih salah satu obat yang akan didistribusikan ke sub unit Puskesmas.

Isiliah kotak Jumlah Penerimaan dengan jumlah obat yang telah dikeluarkan oleh gudang obat Puskesmas.

Untuk Tgl Transaksi harus sesuai dengan tanggal diberikannya obat ke sub unit.

Apabila terdapat jenis obat yang tidak terdapat pada kotak Obat, kita bisa menambahnya. Dengan cara masuk ke menu Input Obat Baru, kemudian kita entri obat baru seperti pada judul Input Obat baru.

 

  1. APOTEK PUSKESMAS

 

Setelah menerima obat dari Gudang Obat Puskesmas, apotek akan mengeluarkannya untuk pasien. Berikut langkah- langkah pegawai apotek untuk mengentry obat untuk pasien:

Kembali ke menu SIMO. Klik Obat Pasien.

 

gambar 2.39

Setelah Anda klik menu Obat Pasien maka akan muncul tampilan seperti dibawah:

gambar 2.40

Isilah kotak Diurutkan dengan mengklik gambar panah pada pojok kanan kotak.

Setelah itu klik OK.

gambar 2.41

Gambar diatas adalah contoh daftar pasien Puskesmas pada tanggal 1 Mei 2010 diurutkan sesuai nama.

Untuk mempersingkat jalan, kita tidak perlu menempuh cara diatas. Kita bisa langsung mengisi kotak Nama yang tertera pada resep.

Contoh: Apabila saya ingin mencari pasien bernama Utari, petugas apotek tinggal mengetik 3 huruf pada kotak Nama yang kira- kira mengena, misal Ari.

Kemudian klik OK atau klik Enter.

Maka akan muncul tampilan seperti dibawah:

gambar 2.42

Setelah itu klik No CMnya. Sampai muncul tampilan seperti dibawah.

gambar 2.43

Isilah kotak- kotak diatas sesuai dengan resep yang Anda bawa.

Kemudian klik Tambah Data. Secara otomatis resep obat yang Anda entri akan terdaftar dalam tabel yang ada dibawahnya.

Apabila jenis obat yang terdapat dalam resep Anda lebih dari 2, setelah Anda klik Tambah Data kotak- kotak yang ada akan kosong kembali. Sehingga Anda dapat mengentri obat yang ke-2. Dan Seterusnya.

Untuk kotak Ket/ Dosis Anda isikan jumlah obat yang diberikan ke pasien, Misal: 3 X 1 hari.

 

 

 

 

 

  1. LAPORAN-LAPORAN
  1. LAPORAN GUDANG FARMASI

 

Pada menu ini kita dapat melihat pelapor petugas gudang obat Puskesmas kepada Gudang farmasi DKK.

Berikut langkah- langkah yang dapat Anda tempuh:

Klik menu Lap. Gudang farmasi.

 

gambar 2.44

Isilah kota- kotak yang tersedia dengan mengklik gambar panah yang ada di pojok kotak.

gambar 2.45

Kemudian Klik OK.

Anda juga dapat merubah format pelaporan ke dalam bentuk MS EXCEL, dengan cara mengklik Export ke excel. Apabila Anda ingin format MS EXCEL, Anda tidak perlu menekan OK. Jadi setelah mengisi kotak- kotak yang tersedia Anda langsung mengklik Export ke excel.

  1. LPLPO SUB UNIT

 

Dimenu ini Anda dapat melihat laporan penerimaan dan pengeluaran obat pada Puskesmas maupun Sub unit yang ada. Untuk melihatnya klik menu LPLPO sub Unit  pada menu SIMPUS.

gambar 2.46

Isilah kotak- kotak dibawah ini sesuai dengan pelaporan yang ingin Anda lihat.

gambar 2.47

Misal kita akan melihat LPLPO bulan Mei 2010 di Puskesmas Tahuna dan Sub unit yang ada dibawahnya.

Pada kotak Bulan Anda isi bulan Mei.

Pada kotak Tahun Anda isi tahun 2010.

Pada kotak Puskesmas Anda isi Semua Unit.

Pada kotak Golongan Obat Anda isi Semua Gol Obat.

Kemudian klik OK

Maka akan muncul tampilan sebagai berikut:

gambar 2.48

  1. LAPORAN PENERIMAAN DAN PENGELUARAN GUDANG OBAT (LPLPO GUDANG OBAT)

 

Pada menu ini Anda dapat melihat laporan penerimaan dan pengeluaran yang terjadi pada gudang obat Puskesmas. Untuk melihat laporan tersebut, Anda bisa klik SIMO.

gambar 2.49

Setelah Anda klik LPLPO GUDANG OBAT, akan muncul tampilan sebagai berikut:

gambar 2.50

Isilah kotak- kotak yang sudah tersedia dengan cara mengklik gambar panah pada kotak- kotak dan memilih pilihan yang sudah tersedia.

Setelah itu klik OK, dan layar komputer Anda akan memunculkan tampilan sebagai berikut:

gambar 2.51

  1. 4.   LPLPO OBAT BELI

 

Pada menu ini kita dapat melihat obat beli yang keluar masuk dari gudang. Berikut langkah- langkah yang dapat Anda tempuh:

Klik menu LPLPO Obat Beli.

 

gambar 2.52

Isilah kotak- kotak yang sudah tersedia dengan cara mengklik gambar panah pada kotak- kotak dan memilih pilihan yang sudah tersedia.

Setelah itu klik OK.

 

gambar 2.53

  1. LAPORAN PENGELUARAN GUDANG OBAT

 

Pada menu ini kita dapat melihat berapa banyak obat yang telah keluar dari Gudang Obat Puskesmas ke sub unit yang ada pada Puskesmas tersebut.

Untuk melihat laporan tersebut kita hanya bisa melihat apabila kita login ke Puskesmas. Misal untuk melihat pengeluaran gudang obat Puskesmas Kaliwungu, kita harus login dulu ke Puskesmas Kaliwungu.

Berikut langkah- langkah yang harus Anda tempuh:

Klik menu SIMO, kemudian klik Pengeluaran Gudang Obat.

gambar 2.54

Setelah itu di layar komputer Anda akan muncul tampilan sebagai berikut:

gambar 2.55

Isilah kotak- kotak yang sudah tersedia dengan cara mengeklik gambar panah pada kotak- kotak dan memilih pilihan yang sudah tersedia.

Kemudian klik OK.

gambar 2.56

Setelah Anda klik OK, maka akan muncul tampilan seperti di atas. Diatas adalah tampilan Laporan Pengeluaran Gudang Obat Puskesmas Tahunan pada bulan Mei 2010.

  1. LAPORAN PEMAKAIAN OBAT PER UNIT

 

Untuk melihat jumlah obat dan obat apa saja yang telah diberikan kepada pasien, kita bisa melihatnya di menu Pemakaian Obat Per Unit.

Berikut adalah langkah- langkah yang musti Anda tempuh untuk melihat pelaporan ini.

Klik Menu SIMO, kemudian klik Pemakaian Obat Per Unit.

gambar 2.57

Setelah itu di layar komputer Anda akan muncul tampilan seperti tampilan yang ada dibawah, isilah kotak- kotak yang telah tersedia. Setelah itu klik OK.

gambar 2.58

Setelah Anda klik OK, maka di layar komputer Anda akan muncul tampilan sebagai berikut:

gambar 2.59

  1. LAPORAN STOK AKHIR OBAT PER UNIT

 

Apabila kita ingin melihat jumlah stok akhir obat yang ada pada sub unit yang ada, kita bisa melihat pada menu ini. Jadi petugas gudang obat bisa lebih mudah untuk mendistribusikan obat. Berikut adalah langkah- langkah yang harus Anda tempuh:

Klik menu SIMO, setelah itu klik Stok Akhir Obat Per Unit.

gambar 2.60

Setelah Anda klik Stok akhir Obat Per Unit, maka di komputer Anda akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini:

gambar 2.61

Setelah muncul tampilan seperti gambar di atas, isilah kotak- kotak yang tersedia.

Setelah itu, klik OK.

gambar 2.62

  1. 8.   DAFTAR OBAT MASUK

 

Pada menu ini Anda dapat melihat daftar obat yang diterima oleh Gudang obat Puskesmas. Berikut langkah- langkah yang musti Anda tempuh untuk melihat pelaporannya:

Klik Daftar Obat Masuk.

 

 gambar 2.63

Isilah kotak- kotak yang tersedia, kemudian klik OK.

 

 gambar 2.64

Setelah itu di akan tampilan seperti gambar dibawah ini:

gambar 2.65

  1. 9.   DAFTAR OBAT KELUAR KE PUSTU


Menu ini bentuk pelaporan obat yang telah dikeluarkan dari Gudang Obat puskesmas ke Sub unit. Berikut langkah- langkah yang dapat Anda jalankan:

Klik menu Daftar Obat Keluar ke Pustu.

 

                                  gambar 2.67

Isilah kotak- kotak yang tersedia, kemudian klik OK.

 

 gambar 2.68

 

Berikut adalah tampilan setelah Anda mengklik OK.

 

 gambar 2.69

 

 

 

 

  1. 10.                DAFTAR OBAT RUSAK

 

Pada menu ini Anda dapat menghitung jumlah obat rusak dan melihat apa saja jenisnya. Berikut langkah- langkah yang dapat Anda tempuh:

Klik menu Daftar Obat Rusak

 

 gambar 2.70

 

Isilah kotak- kotak yang tersedia, kemudian klik OK.

gambar 2.71

Berikut adalah tampilan setelah Anda mengklik OK.

gambar 2.72

 

 

 

  • Kompilasi Data Resep

Pada menu ini kita dapat melihat perincian penggunaan obat generik,antibiotic dan injeksi di Puskesmas dan sub unitnya

Berikut langkah- langkah yang dapat Anda jalankan:

Klik menu Kompilasi data Resep.

 

 gambar 2.73

 

Isilah kotak- kotak yang tersedia sesuai dengan data yang ingin Anda lihat, kemudian klik OK.

 

 gambar 2.74

 

Setelah itu akan muncul tampilan sebagai berikut:

gambar 2.75

  • Monitoring Obat

Menu ini digunakan untuk memonitor 3 jenis penyakit, yaitu:ispa, diare dan Artritis Rematoid. Disamping itu kita juga dapat melihat pemberian obat yang telah dilakukan oleh Puskesmas.

Berikut langkah- langkah yang dapat Anda jalankan:

Klik menu Moniitoring Obat.

gambar 2.76

Isilah kotak- kotak yang tersedia sesuai dengan data yang ingin Anda lihat, kemudian klik OK.

gambar 2.77

Andapun biisa merubah bentuk pelaporannya menjadi MS EXCEL dengan cara mengklik Ekspor ke Ekcel.

  • Monitoring Resep

Memonitor jumlah obat yang digunakan untuk mengobati pasien ISPA, diare dan

Artrirtis Rematoid.

Berikut, langkah- langkah yang musti Anda tempuh:

Klik menu Moniitoring Resep.

 

 gambar 2.78

 

 

Isilah kotak- kotak yang tersedia sesuai dengan data yang ingin Anda lihat, kemudian klik OK.

gambar 2.79

UJI KORELASI / HUBUNGAN

1 Komentar


Uji Korelasi :
1
A. Pendahuluan

Korelasi untuk sampel dinotasikan dengan r sedangkan untuk populasi dinotasikanρ (baca rho). Uji korelasi bertujuan untuk menguji hubungan antara dua variabel yang tidak menunjukkan hubungan fungsional (berhubungan bukan berarti disebabkan) Nugroho (2005:35). Uji korelasi tidak membedakan jenis variabel apakah variabel dependen maupun independen.

B. Koefisien Korelasi

Korelasi dinyatakan dalam % keeratan hubungan antar variabel yang dinamakan dengan koefisien korelasi, yang menunjukkan derajad keeratan hubungan antara dua variabel dan arah hubungannya (+ atau -).

C. Batas-Batas Koefisien Korelasi

Menurut Umar (2002:314) nilai koefisien korelasi berkisar antara –1 sampai +1, yang kriteria pemanfaatannya dijelaskan sebagai berikut: 1. Jika, nilai r > 0, artinya telah terjadi hubungan yang linier positif,

yaitu makin besar nilai variabel X makin besar pula nilai variabel Y
atau makin kecil nilai variabel X makin kecil pula nilai variabel Y.

2. Jika, nilai r < 0, artinya telah terjadi hubungan yang linier negatif, yaitu makin besar nilai variabel X makin kecil nilai variabel Y atau makin kecil nilai variabel X maka makin besar pula nilai variabel Y .

3. Jika, nilai r = 0, artinya tidak ada hubungan sama sekali antara
variabel X dan variabel Y.

4. Jika, nilai r =1 atau r = -1, maka dapat dikatakan telah terjadi hubungan linier sempurna, berupa garis lurus, sedangkan untuk r yang makin mengarah ke angka 0 (nol) maka garis makin tidak lurus.

Batas-batas nilai koefisien korelasi diinterpretasikan sebagai

berikut (Nugroho, 2005:36):
1. 0,00 sampai dengan 0,20 berarti korelasinya sangat lemah.
2. 0,21 sampai dengan 0,40 berarti korelasinya lemah.
3. 0,41 sampai dengan 0,70 berarti korelasinya kuat.
4. 0,71 sampai dengan 0,90 berarti korelasinya sangat kuat.
5. 0,91 sampai dengan 0,99 berarti korelasinya sangat kuat sekali.
6. 1.00 berarti korelasinya sempurna.

D. Macam-Macam Uji Korelasi
Uji korelasi terdiri dari uji korelasi Pearson (product moment),
Rank Spearman, dan Kendall. Perbedaannya adalah :
1. Korelasi Pearson (product moment) digunakan jika :
•Sampel datanya lebih dari 30 data (sampel besar) dan kondisi
datanya normal
• Termasuk statistik parametrik
2. Korelasi Rank Spearman, danKe nd all
•Sampel datanya kurang dari 30 data (sampel kecil) dan kondisi
datanya tidak normal
• Termasuk statistik non-parametrik
 Ko rela s i Pearson (product moment)
 Ko rela s i Rank Spearman

Koefisien korelasi Rank Spearman dinotasikanrs. Dalam aplikasinya, setiap data xi dan yi ditetapkan peringkat relatifnya terhadap data x dan y lainnya dari data terkecil sampai yang terbesar. Peringkat terkecil diberi nilai 1 dan jika terdapat data yang sama maka masing-masing nilai diberi peringkat rata-rata dari posisi yang seharusnya.

PERBEDAAN KEJADIAN PENYAKIT MALARIA BERDASARKAN PENEMPATAN TERNAK BESAR PADA MALAM HARI DI RUMAH PENDUDUK DESA BUARAN KECAMATAN MAYONG, JEPARA

Tinggalkan komentar


PERBEDAAN KEJADIAN PENYAKIT MALARIA BERDASARKAN PENEMPATAN TERNAK BESAR PADA MALAM HARI

DI RUMAH PENDUDUK DESA BUARAN

KECAMATAN MAYONG, JEPARA

ARTIKEL SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat

mencapai gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat

dengan Peminatan Epidemiologi

OLEH :

ABDUL QORIB

A2A001002

Pembimbing :

Dra. Retno Hestiningsih, M.Kes

Sayono, SKM

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

SEMARANG

2005


HALAMAN PERSETUJUAN

Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan dihadapan

tim penguji skripsi Fakultas Kesehatan Masyarakat

Universitas Muhammadiyah Semarang

Pembimbing I

Dra. Retno Hestiningsih, M.Kes

Pembimbing II

Sayono, SKM

HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi ini telah dipertahankan dihadapan

tim penguji skripsi Fakultas Kesehatan Masyarakat

Universitas Muhammadiyah Semarang

Pada tanggal :

13 September 2005

Tim penguji :

1. Dra. Retno Hestiningsih, M.Kes                             ………………………………

2. Sayono, SKM                                                         ………………………………

3. Ir. Martini, M.Kes                                                   ………………………………


PERBEDAAN KEJADIAN PENYAKIT MALARIA BERDASARKAN PENEMPATAN TERNAK BESAR PADA MALAM HARI DI RUMAH PENDUDUK DESA BUARAN KECAMATAN MAYONG, JEPARA

Abdul Qorib* Retno Hestiningsih ** Sayono**

ABSTRAK

Latar Belakang : Nyamuk Anopheles aconitus berperan sebagai vektor penyakit malaria di Desa Buaran. Nyamuk ini lebih bersifat suka menggigit binatang (zoofilik) daripada suka menggigit manusia (antrophofilik) . Banyak nyamuk datang karena tertarik untuk menghisap darah hewan ternak besar yang berada dekat dengan rumah, sehingga rumah tersebut mempunyai kepadatan nyamuk yang sangat tinggi. Hal tersebut akan mempengaruhi penularan penyakit malaria, karena nyamuk tidak hanya menggigit hewan saja tetapi manusia akan digigit pula.

Tujuan : Mengetahui perbedaan kejadian malaria berdasarkan penempatan ternak besar pada malam hari di rumah penduduk Desa Buaran, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.

Metode Penelitian : Jenis penelitian adalah eksplanatori, metode survey dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 90 rumah dengan masing-masing 30 rumah dalam jarak  > 50 m tidak ditemukan ternak, 30 rumah terpisah dengan ternak (jarak ternak 10 m – 50 m dari rumah) dan 30 rumah menempatkan ternak menyatu dengan penghuninya. Kejadian malaria ditentukan dengan melakukan pemeriksaan mikroskopis dari salah satu penghuninya. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95 %.. Variabel terikatnya adalah kejadian penyakit malaria, sedangkan variabel bebasnya adalah penempatan ternak besar pada malam hari di rumah penduduk.

Hasil Penelitian : Pada sampel dengan rumah tidak ada ternak ditemukan 1 orang (3,3 %) positif malaria. Sedangkan  sampel rumah terpisah dengan ternak ditemukan 2 orang (6,7 %) positif malaria. Adapun sampel dengan rumah menyatu dengan ternak ditemukan 10 orang (33,3 %) positif malaria. Hasil uji Kai Kuadrat (Chi-Square), dengan tingkat kesalahan 0,5 % didapat hasil p=0,001 dimana p<a sehingga H0 gagal ditolak atau “Ada Perbedaan Kejadian malaria berdasarkan penempatan ternak besar pada malam hari di rumah penduduk Desa Buaran, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara”.

Kesimpulan : Ada perbedaan kejadian penyakit malaria berdasarkan penempatan ternak besar pada malam hari di rumah penduduk Desa Buaran, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.

Kata kunci : Kejadian penyakit, penempatan ternak besar,  malaria

THE DIFFERENCE OF MALARIA OCCURRENCE BASED ON BIG LIVESTOCK LOCATION AT NIGHT ABAUT HOME IN BUARAN VILLAGE, MAYONG                     SUB-DISTRICT, JEPARA DISTRICT

Abdul Qorib*Retno Hestiningsih** Sayono**

ABSTRACT

Background : Anopheles aconitus mosquito has role as malaria vector in Buaran Village. The mosquito has more character bity animal (zoofolic) than biting human (antrophofilic). The mosquito come very much because interest for calculation blood animal near home location, so that these home have mosquito density highly. Those will influence occurrence of malaria infection because mosquito not only to bite big livestock, but people also.

Purpose : Knowing the difference of malaria occurrence based on big livestock location at night abaut home Buaran Village, Mayong Sub-District, Jepara District.

Research Method: This research type is explanatory, survey method with cross sectional approach. The research sample is 90 houses which each 30 houses in radius ³ 50 m was not found livestock, 30 houses are separated with livestock (livestock distance 10 m – 50 m from the house)) and 30 houses put their livestock to be one with the occupied. Malaria occurrence is definite by microscopic checking from one of the occupied. The collective data is analyzed by Chi-square test with significant level 95 %. The dependent variable is malaria disease occurrence, while the independent variable is places the big livestock in the night in the people house.

Research Result : Sample of house with no livestock found 1 people (3,3 %) is positive malaria. While separate house with livestock found 2 people (6,7 %) is positive malaria. Sample of house with livestock in the same place found 10 people (33,3 %) is positive malaria. Result of Chi Square with fault level 0,5% got result of p=0,001 where p<so H0 is fail to refuse or ” There is different of malaria occurrence based on big livestock location at night abaut home Buaran Village, Mayong Sub-District, Jepara District.”

Conclusion : There is different of malaria occurrence based on big livestock location at night abaut home Buaran Village, Mayong Sub-District, Jepara District.

Keyword : Disease occurrence, big livestock location, malaria.

*    Student of Public Health Faculty University of Muhammadiyah Semarang

**  Lecturer of Public Health Faculty University of Muhammadiyah Semarang

PENDAHULUAN

Malaria saat ini masih menjadi masalah kesehatan umum yang utama. Lebih dari 40 % masyarakat dunia (di 100 negara) atau lebih dari 200 juta orang terpapar oleh berbagai tingkat risiko malaria. Selain itu dengan adanya alat transportasi modern yang tepat, sebagian masyarakat yang berasal dari daerah non malaria menjadi terpapar oleh infeksi. 1)

Di Indonesia sampai saat ini angka kesakitan malaria masih cukup tinggi terutama di daerah Luar Jawa dan Bali 2). Annual Parasite Incidence (API) di pulau Jawa dan Bali pada tahun 1997 adalah 0,12 per 1000 penduduk sedangkan di luar Jawa dan Bali angka Paracite Rate (PR) tetap tinggi yaitu 4,78 % pada tahun 1997 tidak banyak beda dengan angka PR tahun 1990 3).

Untuk Wilayah Jawa Tengah, penyakit malaria cenderung ada peningkatan dari tahun 1994 API 0,26 per 1000 penduduk sampai dengan tahun 2001 API 1,5  per 1000 penduduk. Terlihat empat tahun terakhir telah terjadi peningkatan angka malaria di Jawa Tengah Lebih dari empat kali 4).

Kabupaten Jepara merupakan salah satu daerah endemis malaria di wilayah Jawa Tengah. Pada tahun 2004 ada 192 kasus dengan angka kesakitan malaria API sebesar 0,18 perseribu penduduk, jauh lebih tinggi daripada standart nasional sebesar 0,08 per mil. Adapun kasus tertinggi (42,18 %) berada di wilayah Puskesmas Mayong I dengan jumlah kasus sebanyak 81 kasus  dengan API 2,5 permil 5).

Gambaran umum malaria di Puskesmas Mayong I adalah terjadinya ledakan kasus pada tahun 2000 API 8,7 per mil dan tahun 2001 API 12 per mil, kemudian menurun mulai pada tahun 2002 dan pada tahun 2004 API menjadi 2,5 per mil. Penurunan kasus ini terjadi karena pada tahun 2004 program intervensi ke wilayah Puskesmas Mayong I banyak dilakukan seperti Active Case Detection (ACD), Pasive Case Detection (PCD), Mass Fever Survey (MFS), Larvasiding dan Biological Control 6).

Desa Buaran yang merupakan salah satu desa di wilayah Puskesmas Mayong I dari tahun ke tahun merupakan desa endemis malaria dan termasuk katagori Hight Case Incidence (HCI) dengan API > 5 permil pada tahun 2001 sampai dengan tahun 2002. Tetapi pada tahun 2004 telah terjadi penurunan menjadi daerah Medium Case Incidence (MCI) dengan API sebesar              3,5 permil 6), sedangkan angka Slade Positive Rate (SPR) adalah 3,43%.

Nyamuk yang berperan sebagai vektor penyakit malaria di Desa Buaran adalah Anopheles aconitus. 6). Nyamuk ini lebih bersifat suka menggigit binatang (zoofilik) daripada sifat suka menggigit manusia (antrophofilik).7) Padahal di Desa Buaran yang mayoritas penduduknya adalah petani dan sebagian dari mereka juga memiliki ternak besar (sapi). Jumlah sapi di Desa Buaran menurut Dinas Peternakan Kecamatan Mayong adalah tidak tetap dan berkisar antara 100 ekor sampai 150 ekor.

Petani di Desa Buaran biasanya memiliki sapi hanya 1-2 ekor saja. Untuk alasan keamanan sapi-sapi tersebut pada malam hari dipelihara di dalam kandang yang menyatu dengan rumah. Sedangkan pada siang hari, pada waktu tidak dipekerjakan atau digembalakan, diikat di halaman rumah. Setiap pagi bilamana sapi sudah dikeluarkan, maka kandang dibersihkan. Faeces bersama-sama sisa makanan diangkat dan bekas-bekas urine disiram dengan abu dari api unggun yang dibuat tiap malam guna mengusir nyamuk.

Dilihat dari uraian di atas maka penempatan ternak besar pada malam hari dapat mempengaruhi kontak nyamuk dengan manusia. Banyak nyamuk datang karena tertarik untuk menghisap darah hewan ternak besar yang berada dekat dengan rumah, sehingga rumah tersebut mempunyai kepadatan nyamuk yang sangat tinggi. Hal tersebut akan mempengaruhi penularan penyakit malaria, karena nyamuk tidak hanya menggigit hewan saja tetapi manusia akan digigit pula. Oleh karena itu perlu diteliti tentang perbedaan kejadian malaria berdasarkan penempatan ternak besar pada malam hari di rumah penduduk Desa Buaran, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.

METODE

Jenis penelitian ini adalah eksplanatori, menggunakan metode survey dengan pendekatan cross sectional.

Populasi dalam penelitian ini adalah rumah hunian yang terdapat di Desa Buaran, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara yaitu sebanyak 957 rumah.  Sampel penelitian sebanyak 90 rumah dengan masing-masing 30 rumah dalam jarak  > 50 m tidak ditemukan ternak, 30 rumah terpisah dengan ternak (jarak ternak 10 m – 50 m dari rumah) dan 30 rumah menempatkan ternak menyatu dengan penghuninya. Kejadian malaria ditentukan dengan melakukan pemeriksaan mikroskopis dari salah satu penghuninya. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95 %.. Variabel terikatnya adalah kejadian penyakit malaria, sedangkan variabel bebasnya adalah penempatan ternak besar pada malam hari di rumah penduduk.

Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kejadian penyakit malaria, sedangkan variabel bebasnya adalah penempatan ternak besar pada malam hari di rumah penduduk.

Penghitungan statistik yang dilakukan dengan tingkat kemaknaan 95%. Analisa statistik yang digunakan untuk mengetahui adanya perbedaan kejadian penyakit malaria berdasarkan penempatan ternak besar pada malam hari di rumah penduduk Desa Buaran, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara adalah uji Chi-Square.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambaran Keadaan Sampel

Dari data yang diperoleh melalui kuesioner kepada responden, didapatkan gambaran sebagai berikut. Sebagian besar sampel berjenis kelamin perempuan (64,4 %), sedangkan sisanya sebanyak 35,6 % adalah laki-laki. (Tabel 1).

Tabel 1. Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Sampel pada Penelitian di Desa Buaran, Kec. Mayong, Kab. Jepara Tanggal 27 Juli 2005 s/d            3 Agustus 2005

Jenis Kelamin Jumlah Persentase (%)
Laki-laki 32 35,6
Perempuan 58 64,4
Jumlah 90 100

Dipilihnya mayoritas sampel dengan berjenis kelamin perempuan dimaksudkan agar kejadian malaria yang terdeteksi benar-benar berasal dari gigigtan nyamuk di dalam rumah, karena pada umumnya kaum perempuan kalau malam lebih banyak berdiam diri di dalam rumah, dibandingkan kaum laki-laki yang mempunyai kebiasaan ke luar rumah pada malam hari. Jumlah laki-laki  dalam penelitian ini sebanyak 32 orang (35,6 %) yang terdiri dari  anak-anak dan manula serta sebagian kecil saja yang berusia produktif. Perbandingan jumlah laki-laki dan perempuan pada sampel ini sebanding dengan data penduduk di wilayah Puskesmas Mayong I pada tahun 2004 yaitu jumlah laki-laki  15.345 jiwa (47,42%) dan perempuan 17. 012  jiwa (52,58%) dari jumlah penduduk 32.357 jiwa.6)

Pendidikan sampel yang terbanyak adalah tamat SLTP (51,1%), disusul SD / tidak tamat SD (36,7 %), lalu tidak sekolah (11,1 %) dan yang paling sedikit adalah D3 / PT (1,1 %). Untuk distribusi frekuensi menurut tingkat pendidikan sampel dapat dilihat pada tabel 2.

Tabel 2. Distribusi Frekuensi Tingkat Pendidikan pada Penelitian di Desa Buaran, Kec. Mayong, Kab. Jepara Tanggal 27 Juli 2005 s/d            3 Agustus 2005

Pendidikan Jumlah Persentase (%)
Tidak sekolah 10 11,1
SD/tak tamat SD 33 36,7
Tamat SLTP 46 51,1
D3 / perguruan tinggi 1 1,1
Jumlah 90 100

Dari tabel 2 terlihat bahwa sebagian besar sampel adalah SD/tak tamat SD dan tamat SLTP (87,8%). Seperti pada penelitian yang tercatat bahwa pendidikan penduduk sebagian besar tamat SD dan SLTP (88,5%). 9)

Keadaan tersebut erat kaitannya dengan adat istiadat atau kebiasaan di Desa Buaran. Di desa tersebut orang tua malas menyekolahkan anaknya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi karena beberapa alasan misalnya : Jauhnya lokasi sekolah, sulitnya pengawasan anak, dan kekhawatiran anaknya terjerumus kehal-hal yang bersifat negatif. Orang tua lebih condong untuk memasukkan anaknya ke pondok-pondok pesantren yang ada di sekitar Desa Buaran.

Untuk jenis pekerjaan terbanyak adalah petani (32,2 %), kemudian buruh (31,1 %), jasa (15,6 %) dan wiraswasta (2,2 %), sedangkan lainnya tidak bekerja (18,9 %). Adapun distribusi frekuensi menurut jenis pekerjaan sampel dapat dilihat pada tabel 3.

Tabel 3. Distribusi Frekuensi Jenis Pekerjaan pada Penelitian di Desa Buaran, Kec. Mayong, Kab. Jepara Tanggal 27 Juli 2005 s/d 3 Agustus 2005

Pekerjaan Jumlah Persentase (%)
Petani 29 32,2
Wiraswasta 2 2,2
Buruh 28 31,1
Jasa 14 15,6
Tak bekerja 17 18,9
Jumlah 90 100

Terlihat di tabel 3 bahwa jenis pekerjaan terbanyak pada sampel adalah petani 32.2 %. Data ini sebanding dengan data penduduk menurut jenis mata pencaharian di wilayah puskesmas Mayong I tahun 2004 yaitu petani sebanyak 10.251 orang (31,7%) dari jumlah penduduk 32.357 orang 6). Hal ini disebabkan karena wilayah Desa Buaran sebagian besar adalah daerah sawah dan perkebunan tebu. Dilihat pada tingkat pendidikan yang hanya tamat SD dan SLTP, maka hanya jenis pekerjaan petani cocok bagi kehidupan mereka.

Keadaan rumah sampel semua mempunyai dinding dari jenis tembok, yaitu sebanyak 49 rumah (54,4%) jauh dari tempat perindukan nyamuk, tetapi ada 32 rumah (35,6%) berada di dekat tempat perindukan sungai dan 9 rumah (10%) di dekat sawah dengan jarak rumah dengan tempat perindukan minimum 10 m dan maksimum 650 m, sedangkan jarak rata-ratanya adalah 283 m dengan simpangan baku 170,84. Distribusi frekuensi lokasi rumah sampel dapat dilihat pada tabel 4.

Pada tabel 4 sebanyak 45,6 % rumah berada tak jauh dari tempat perindukan nyamuk dengan jarak rata-rata adalah 283 m, dimana jarak tersebut masih merupakan jarak terbang nyamuk Anopheles aconitus7). Dengan keadaan tersebut, rumah sampel mempunyai tingkat risiko tinggi terhadap penularan malaria.

Tabel 4. Distribusi Frekuensi Lokasi Rumah Terhadap Tempat Perindukan Nyamuk pada Penelitian di Desa Buaran, Kec. Mayong, Kab. Jepara Tanggal 27 Juli 2005 s/d 3 Agustus 2005.

Tempat Perindukan Jumlah Persentase (%)
Tidak ada 49 54,4
Sawah 9 10,0
Sungai 32 35,6
Jumlah 90 100

Hasil pemetaan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Buaran, menyebutkan bahwa wilayah Desa Buaran memiliki areal sawah sebesar 749 ha (60% dari luas desa) dan di tengah desa mengalir sebuah sungai sepanjang 8 km. Hal tersebut merupakan tempat perindukan (breeding place) bagi nyamuk Anopheles aconitus yang sangat cocok. Pada survei jentik nyamuk Anopheles aconitus pada tahun 2000 di Desa Buaran menyebutkan bahwa rata-rata kepadatan larva Anopheles aconitus di tempat perindukan per 50 ciduk adalah bulan Mei 25 (0,5), bulan Juni 40 (0,8), bulan Juli 52 (1,04), bulan Agustus 95 (1,9), bulan September 31 (0,6) dan Oktober 57 (1,1). 10) Dalam penelitian lain juga menyebutkan bahwa desa yang memiliki areal persawahan > 60 mempunyai penderita malaria lebih banyak dibanding dengan desa-desa yang memiliki areal persawahan < 30 %. 11)

Perilaku sampel menunjukkan bahwa dalam sebulan terakhir 78,9 % memakai obat nyamuk jenis bakar dan 7,8 % memakai obat nyamuk jenis oles, sedangkan sisanya 13,3 % tidak memakai obat nyamuk (Tabel 5).

Tabel 5. Distribusi Frekuensi Kebiasaan Memakai Obat Nyamuk pada Penelitian di Desa Buaran, Kec. Mayong, Kab. Jepara Tanggal 27 Juli 2005 s/d 3 Agustus 2005.

Jenis Obat Nyamuk Jumlah Persentase (%)
Tidak Pakai 12 13,3
Bakar 71 78,9
Oles 7 7,8
Jumlah 90 100

Terlihat pada tabel 5 bahwa sebagian besar (78,9%) sampel mempunyai kebiasan memakai obat nyamuk jenis bakar. Hal tersebut disebabkan karena obat nyamuk jenis bakar paling murah harganya dan mudah didapatkan di Desa Buaran, walaupun efektifitas obat nyamuk jenis tersebut tidak maksimal dan bahkan kemungkinan mempunyai efek yang merugikan kesehatan manusia terutama pada sistim pernafasan. Hal ini juga pernah diteliti bahwa 85 orang yang biasa memakai obat nyamuk ada 77 orang pernah sakit malaria dan 8 orang tidak pernah sakit malaria. 9) Berdasarkan kebiasaan tidur, sebanyak 7,8% sampel mempunyai kebiasaan tidur memakai kelambu, sedangkan sisanya sebanyak 92,2% biasa tidur tidak memakai kelambu (Tabel 6).

Dari tabel 6 terlihat bahwa sebagian besar sampel (78,9%) punya kebiasaan tidur tidak memakai kelambu. Hal ini disebabkan karena dengan memakai kelambu dirasakan akan mengganggu kenyamanan tidur. Ketidaknyamanan tersebut disebabkan adanya perasaan tempat tidur kelihatan menjadi sempit dan pernafasan yang tidak bebas. Dengan kadaan tersebut sampel mempunyai tingkat risiko tinggi terhadap penularan penyakit malaria. Dimana pada penelitian terdahulu menyebutkan bahwa dari 119 responden yang punya kebiasaan memakai kelambu, 95 sampel pernah sakit malaria dan 24 sampel tidak pernah sakit malaria 9). Dikatakan pula bahwa beberapa program pencegahan malaria dengan membagikan kelambu kepada masyarakat sering tidak mencapai hasil yang memuaskan.

Tabel 6. Distribusi Frekuensi Kebiasaan Tidur Memakai Kelambu pada Penelitian di Desa Buaran, Kec. Mayong, Kab. Jepara Tanggal 27 Juli 2005 s/d 3 Agustus 2005.

Kelambu Jumlah Persentase (%)
Ya 12 13,3
Tidak 71 78,9
Jumlah 90 100

Frekuensi Kejadian Penyakit malaria

Diagnosis pasti infeksi malaria dilakukan dengan menemukan parasit dalam darah yang diperiksa dengan mikroskop. Pemeriksaan sediaan darah tebal dilakukan dengan memeriksa 100 lapang pandang mikroskopis dengan pembesaran 500 – 600 yang setara dengan 0,20 ul darah. Jumlah parasit dapat dihitung per lapang pandang mikroskopis. 7) Dalam penelitian ini angka kejadian penyakit malaria berasal dari data hasil pemeriksaan darah pada sampel di laboratorium Puskesmas Mayong I yaitu terdapat parasit (positif) dan tak ada parasit (negatif), adapun data berskala nominal.

Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium pada 90 orang sampel didapatkan sebanyak 13 orang (14,4 %) adalah positif malaria sedangkan sisanya sebanyak 77 orang (85,6 %) adalah negatif malaria. Gambaran distribusi frekuensi kejadian penyakit malaria berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium ini dapat dilihat dalam tabel 7.

Dengan ditemukannya 13 orang positif malaria di Desa Buaran, Kec. Mayong, Kab. Jepara yang jumlah penduduknya 5.740 orang pada penelitian ini, maka desa tersebut dapat dikatakan merupakan daerah MCI dengan nilai API sebesar 2,26 0/00 dan nilai SPR 14,4%. Angka ini lebih kecil jika dibandingkan dengan angka API dan SPR di Desa Buaran pada tahun 2004 yaitu nilai API 3,5 0/00 dan nilai SPR 3,43% 6). Perbedaan ini tidak bisa dijadikan tolok ukur perbandingan, karena kemungkinan penyebabnya adalah perbedaan metoda penghitungan, yaitu karena jangka waktu pemeriksaan yang berbeda. API dihitung dalam jangka waktu satu tahun 2), sedangkan dalam penelitian ini hanya sesaat (survey cross sectional). Walaupun demikian penelitian ini menghasilkan data baru penderita malaria sebesar 14,4%.

Tabel 7.  Distribusi Frekuensi Kejadian Penyakit Malaria Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Laboratorium pada Penelitian di Desa Buaran, Kec. Mayong, Kab. Jepara Tanggal 27 Juli 2005 s/d 3 Agustus 2005.

Kejadian Malaria Jumlah Persentase (%)
Positif 13 14,4
Negatif 77 85,6
Jumlah 90 100

Analisa Bivariat dengan Uji Chi-Square 12)

Untuk mengetahui perbedaan kejadian penyakit berdasarkan penempatan letak ternak besar pada malam hari perlu dibuatkan sebuah tabel silang antara katagori letak ternak dengan hasil pemeriksaan darah di laboratorium (Tabel 8).

Tabel 8. Hasil Tabel Silang Antara Penempatan Ternak pada Malam Hari dengan Kejadian Penyakit  Malaria pada Penelitian di Desa Buaran, Kec. Mayong, Kab. Jepara Tanggal 27 Juli 2005 s/d 3 Agustus 2005.

Katagori Rumah Kejadian Peny. Malaria Jumlah X2 p
Positif Negatif
JML % JML %
Tak Ada Ternak 1 3.3 29 96.7 30

13,127

0,001
Terpisah 2 6.7 28 93.3 30
Menyatu 10 33.3 20 66.7 30
Jumlah 13 14.4 77 85.6 90

Pada tabel 8 terlihat bahwa sampel dengan letak rumah radius >50 m tidak terdapat ternak besar pada malam hari (Tak Ada Ternak) ditemukan       1 orang  positif malaria dan 29 orang negatif malaria. Sedangkan  sampel dengan letak rumah jarak 10-50 m  dengan ternak besar pada malam hari (Terpisah) ditemukan 2 orang positif malaria dan 28 orang negatif malaria. Adapun sampel dengan letak rumah hunian yang pada malam hari terdapat ternak besar di dalam rumah atau dalam radius < 10 m dari rumah terdapat kandang ternak besar yang masih berfungsi (Menyatu) ditemukan 10 orang positif malaria dan 20 orang negatif malaria.

Dari perhitungan dengan uji Chi-Square, antara penempatan ternak dengan kejadian penyakit malaria dengan tingkat kesalahan a = 5 % didapat hasil nilai p adalah 0,001 dimana p < a sehingga H0 ditolak, atau dengan kata lain “Ada perbedaan kejadian penyakit malaria berdasarkan penempatan ternak besar pada malam hari di rumah penduduk Desa Buaran, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara”.

Perbedaan tersebut disebabkan nyamuk yang berperan sebagai vektor penyakit malaria di Desa Buaran yaitu Anopheles aconitus yang bersifat suka menggigit binatang (zoofilik) daripada sifat suka menggigit manusia (antrophofilik).7) Keadaan tersebut menyebabkan rumah hunian dengan katagori ‘menyatu’ banyak didatangi nyamuk Anopheles aconitus karena tertarik terhadap bau ternak hewan besar dan untuk menghisap darahnya. Apabila nyamuk yang datang terlalu banyak atau mempunyai kepadatan yang tinggi, maka nyamuk tersebut tidak hanya menggigit hewan ternak besar saja tetapi juga akan menggigit manusia. Hal tersebut akan mempengaruhi kejadian penularan penyakit malaria, karena apabila nyamuk yang menggigit manusia di dalam tubuhnya mengandung parasit malaria (sprozoit) maka tidak menutup kemungkinan manusia yang digigit nyamuk tersebut akan tertular malaria.

Disini peran ternak besar justru membantu penularan penyakit jika ditempatkan ’menyatu’ dengan rumah. Tetapi apabila ternak diletakkan ’terpisah’ dari rumah, maka fungsi ternak adalah sebagai tameng (barier) karena nyamuk yang sembunyi di dalam rumah akan keluar dari rumah dan terbang ke arah ternak berada. Dengan kata lain adanya ternak besar dapat mengurangi jumlah gigitan nyamuk pada manusia, apabila ternak tersebut dikandangkan tidak jauh dari rumah.2)

Adapun dalam penelitian yang terdahulu juga menyebutkan bahwa orang yang berada di rumah dengan letak ternak di dalam rumah digigit nyamuk Anopheles aconitus rata-rata enam kali lebih banyak dari pada orang yang berada di dalam rumah tanpa ternak.13) Dalam penelitian lain juga menyebutkan bahwa ada hubungan antara jumlah kandang ternak besar di dalam rumah dengan jumlah penderita malaria di desa-desa wilayah Puskesmas Mayong I, dimana semakin banyak jumlah kandang maka semakin banyak pula jumlah penderita malaria di desa tersebut.11) Hal ini diperkuat lagi pada sebuah penelitian yang menyimpulkan ada perbedaan kepadatan nyamuk Anopheles aconitus dalam rumah berdasarkan keberadaan hewan ternak sapi atau kerbau pada malam hari di Desa Buaran, dimana pada rumah terdapat ternak rata-rata kepadatan nyamuknya adalah 6,57 ekor per jam dan rumah tidak terdapat ternak rata-rata kepadatan nyamuk Anopheles aconitus adalah 3,97 ekor per jam.14)

SIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Kejadian penyakit malaria pada penelitian ini adalah 13 kasus dari            90 orang yang diperiksa (SPR = 14,4%).
  2. Kejadian penyakit malaria terdapat pada 1 kasus (1,1%) dengan letak rumah dengan katagori ‘tak ada ternak’, 2 kasus (2,2%) dengan letak rumah dengan katagori ‘terpisah’, dan 10 kasus (11,1%) dengan letak rumah dengan katagori ‘menyatu’.
  3. Ada perbedaan Kejadian penyakit malaria berdasarkan penempatan ternak besar pada malam hari di rumah penduduk Desa Buaran, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.

Saran

Untuk menurunkan kejadian penyakit malaria di Desa Buaran, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, diperlukan koordinasi antara Puskesmas (Kepala Puskesmas, Sie Promkes dan Sie P2M) dengan Lintas Sektor untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang :                   1). Pentingnya pemisahan  penempatan ternak besar dengan rumah hunian terutama pada malam hari dengan jarak minimal 10 m.  2). Apabila hal tersebut tidak dimungkinkan (ternak besar di dalam rumah), maka diperlukan tindakan pencegahan yaitu menghindari gigitan nyamuk dengan memakai obat anti nyamuk, kelambu tidur, pemasangan kassa anti nyamuk pada ventilasi rumah dan lain-lain.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Gilles H.M. 1997. Penatalaksanaan Malaria Berat dan Komplikasi. Alih Bahasa : Irawati Setiawan. Jakarta : Hipocrates.
  1. Hariyanto, 2000. Malaria : Epidemiologi, Patogenesis, Manifestasi Klinis, dan Penanganan. Jakarta. EGC. I : 1-25
  1. Sumarsono. 2002. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak Infeksi dan Penyakit Tropis Edisi I. Jakarta : FK UI. 443-449
  1. Sri Ekowatiningsih. 2002. Survei Tempat Istirahat Nyamuk Anopheles di Dalam Rumah yang Berbeda Konstruksi Dinding di Desa Buaran Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara. Semarang : FKM UNDIP. 1-3
  1. Goenawan Woloejo. 2005. Rapat Kerja Kesehatan Kab Jepara th 2005. Jepara: DKK Jepara
  1. Tri Marthoni. 2004. Laporan Hasil Kegiatan Tim Epidemiologi Puskesmas Tahun 2004. Jepara : Puskesmas Mayong I. 3-14
  1. Srisasi Gandahusada, Herry D. Ilahude dan Vita Pribadi. 1998. Parasitologi Kedokteran. Edisi III. Jakarta : FKUI. 171-209
  1. Azrul Azwar, 1999. Pengantar Epidemiologi. Jakarta : Binarupa Aksara
  1. Bambang Hadi K, 2001. Studi KAP (Knowledge Attitude Practic) Malaria Sebagai strategi Pencegahan Penyakit Malaria di Masyarakat Daerah Endemis dan Non Endemis di Kabupaten Jepara. Jepara :            Puslitbangkes.      24-36
  1. Yunanto, 2000. Pengembangan Indikator Sistem Kewaspadaan Dini (SKD) untuk Monitoring Transmisi Malaria di Kabupaten Jepara. Jepara : Puslitbangkes. 14
  1. Nasiban, 2003. Hubungan Antara Kandang Ternak Besar, Kepadatan Vektor dan Lingkungan Geografi dengan Jumlah Penderita Malaria di Desa-desa di Wilayah Kerja Puskesmas Mayong I Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara, Semarang : FKM Unimus. 9-19
  1. Luknis Sabri, Sutanto Priyogo Hastono. 1999. Biostatistik Dasar. Depok : FKM UI. 106-121
  1. Baroji. 1983. Pengaruh penempatan ternak di dalam Rumah Terhadap Jumlah Vektor Malaria Anopheles aconitus Anopheles aconitus yang menggigit orang dan yang sembunyi di dalam rumah. Konggres dan Seminar Biologi ke I di Universitas Erlangga. Surabaya.
  1. Hadi Sarwoko, 2005. Perbedaan Kepadatan Nyamuk Anopheles aconitus dalam rumah berdasarkan keberadaan Hewan Ternak Sapi atau Kerbau Pada Malam Hari di Desa Buaran, Mayong, Jepara. Semarang : FKM Unimus. 8
  1. Mardalis. 1989. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal, Jakarta : Bumi Aksara.

UCAPAN TERIMA KASIH

Terima kasih saya ucapkan kepada Ibu Retno Hestiningsih dan Bapak Sayono selaku pembimbing akademik. Bapak Sulchan selaku penguji proposal penelitian. Ibu Martini yang telah memberikan revisi dan masukan artikel penelitian . Bapak Nurikan selaku Kepala Puskesmas Mayong I yang telah memberikan ijin penelitian. Mustaimatun selaku pelaksana laboratorium yang melakukan pemeriksaan parasit malaria. Misbah, Warkan dan Muhtarom selaku Juru Malaria Desa (JMD) yang membantu dalam pengambilan darah sampel. Isteri tercinta yang selalu memberikan semangat dan dorongan baik moril maupun materiil, serta semua pihak yang telah membantu sampai artikel ini selesai.

LAMPIRAN

1.   Kuesioner Survei Kejadian Penyakit Malaria Berdasarkan Penempatan Ternak Besar pada alam Hari di Rumah Penduduk Desa Buaran, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.

Tanggal wawancara    : Tanda tangan responden  :
Nama pewawancara    : Nama responden              :

Nomor responden            :

Identitas Sampel

1. Nama                            : ……………………………………..

2. Status dalam keluarga   : 1. KK

2. Istri

3. Anggota keluarga (anak, orang tua, saudara, dll)

3. Umur                             : ………….. tahun

4. Jenis Kelamin                : 1. Laki-laki    2. Perempuan

5. Alamat                          : Dukuh ……………………..RT …..RW…..Buaran.

Faktor Sosial Ekonomi dan Budaya

6. Pendidikan  terakhir sampel     : 1. Tidak sekolah        4. Tamat SLTA

2. SD / tamat SD       5. Tamat D3/PT

3. Tamat SMP

7. Pekerjaan Sampel: 1. Petani                  5. Jasa (penjahit, tukang,  sopir, dll)

2. Pedagang           6. Pegawai (PNS, ABRI, Pensiunan)

3. Wiraswasta         7. Tidak bekerja

4. Buruh kerajinan

Keberadaan dan Penempatan Ternak Besar terhadap rumah

8. Apakah di rumah atau di sekitar rumah ada yang mempunyai / memelihara

ternak besar (sapi)?          1. Ya                            2. Tidak

9. Bagaimana keberadaan ternak tersebut pada malam hari?

  1. Tak ada ternak (radius 50 m dari rumah tidak terdapat ternak ).
  2. Terpisah (jarak ternak  dengan rumah antara 10 m sampai 20 m).
  3. Menyatu (ternak terletak kurang dari 10 m / di dalam rumah)

Kondisi Lingkungan Sekitar Rumah

10. Apakah di sekitar rumah (radius < 200m) terdapat tempat perindukan nyamuk?       1. Ya                            2. Tidak

11. Jika “ ya “, berupa apa ?

0. Tak ada             3. Saluran air / selokan            6. Kolam

1. Sawah               4. Sungai                                 7. Bak air dlm rumah

2. Mata air             5. Genagan Sawah                  8. Lainnya, sebutkan .

12. Berapa jarak tempat perindukan nyamuk dengan rumah ? ………meter

Kondisi di Rumah

13. Dinding rumah terbuat dari : 1. Tembok                   4. Bambu / gedek

2. Setengah tembok    5. Lainnya sebutkan

3. Kayu

Perilaku

14. Dalam sebulan terakhir, apakah biasa memakai obat nyamuk ?

1. Ya               2. Tidak

15. Bila “ Ya “, obat nyamuk jenis apa ? 0. Tak pakai    1. bakar     2. Semprot

3. oles              4. lainnya, sebutkan

16. Dalam sebulan terakhir, apakah biasa tidur memakai kelambu ?

1. Ya               2. Tidak

17. Dalam sebulan terakhir, apakah biasa keluar malam ?

1. Ya               2. Tidak

18. Dalam sebulan terakhir, apakah pernah menginap di lain rumah  ?

1. Ya               2. Tidak

Riwayat Pengobatan

19. Apakah pernah sakit malaria ?

1. Ya               2. Tidak

20. Jika “ya” kapan ?   ………………………..bulan yang lalu

21. Obat untuk mengobati malaria bersal dari :

0. Tak pernah sakit                  2. JMD                        4. Lainnya, sebutkan

1. Dokter, bidan, paramedis   3. Obat beli sendiri, sebutkan

Hasil Laboratorium (diisi oleh petugas laboratorium)

22. Hasil pemeriksaan sediaan darah di laboratorium   1. Positif   2. Negatif

Tanda-tangan Pewawancara

(……………………………)

2. Data sampel

HASIL PEMERIKSAAN SLADE MALARIA PADA SAMPEL
DENGAN RUMAH TIDAK ADA TERNAK (> 50m)
DI DESA BUARAN, MAYONG, JEPARA
NO TGL PEWAWAN RES 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22
CARA PONDEN
1 27/7/05 Misbah Siti Adawiyah Siti  A. Istri 34 perempuan 1 tamat SLTP jasa tidak tak ada ya sungai 40 tembok ya bakar tidak tidak tidak ya 12 JMD negatif
2 27/7/05 Misbah Kasim Rodikah Anggota kel 20 perempuan 1 tamat SLTP buruh tidak tak ada ya sungai 150 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit positif
3 27/7/05 Misbah Tarmuji Tarmuji Anggota kel 30 Laki-laki 1 tamat SLTP buruh tidak tak ada tidak tak ada 450 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
4 27/7/05 Misbah Khotik Khotik Istri 62 perempuan 1 tidak sekolah petani tidak tak ada ya sungai 125 tembok tidak tak pakai tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
5 27/7/05 Misbah Rofudah Rofudah Istri 45 perempuan 1 tamat SLTP buruh tidak tak ada tidak tak ada 350 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
6 27/7/05 Misbah Suyati Suyati Istri 46 perempuan 1 tamat SLTP buruh tidak tak ada ya sungai 200 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
7 27/7/05 Misbah Shobokhah Shobakhah Istri 35 perempuan 1 tamat SLTP buruh tidak tak ada tidak tak ada 500 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
8 27/7/05 Misbah Supiah Supiah Istri 36 perempuan 5 SD/tak tamat SD buruh tidak tak ada tidak tak ada 270 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
9 27/7/05 Misbah Ngatmi Ngatmi Istri 63 perempuan 5 SD/tak tamat SD buruh tidak tak ada tidak tak ada 300 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
10 1/8/05 Misbah Sirah Sirah Istri 48 perempuan 5 tamat SLTP buruh tidak tak ada tidak tak ada 400 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
11 1/8/05 Misbah Sunipah Sunipah Istri 34 perempuan 5 tamat SLTP buruh tidak tak ada tidak tak ada 460 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
12 1/8/05 Misbah Rofiah Rofiah Istri 47 perempuan 2 tamat SLTP petani tidak tak ada tidak tak ada 340 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
13 1/8/05 Misbah Kurin Kurin KK 59 Laki-laki 2 SD/tak tamat SD petani tidak tak ada tidak tak ada 260 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
14 1/8/05 Misbah Siti Junaidah Siti Junaidah Anggota kel 19 perempuan 2 tamat SLTP jasa tidak tak ada ya sawah 150 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
15 1/8/05 Misbah Rubiah Rubiah Istri 62 perempuan 2 SD/tak tamat SD petani tidak tak ada ya sawah 145 tembok tidak tak pakai tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
16 1/8/05 Misbah Kasmonah Kasmonah Istri 45 perempuan 2 tamat SLTP petani tidak tak ada ya sungai 100 tembok ya oles tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
17 2/8/05 Misbah Karom Karom KK 58 Laki-laki 2 SD/tak tamat SD petani tidak tak ada tidak tak ada 425 tembok ya bakar ya tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
18 2/8/05 Misbah Rusinah Rusinah Anggota kel 59 perempuan 1 SD/tak tamat SD buruh tidak tak ada ya sungai 160 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
19 2/8/05 Misbah Kamisih Kamisih Istri 58 perempuan 1 tidak sekolah petani tidak tak ada ya sungai 200 tembok tidak tak pakai tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
20 2/8/05 Misbah Juriyah Juriah Istri 48 perempuan 2 SD/tak tamat SD jasa tidak tak ada tidak tak ada 300 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
21 2/8/05 Misbah Rosidah Rosidah Istri 45 perempuan 5 tamat SLTP jasa tidak tak ada ya sungai 125 tembok ya oles tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
22 2/8/05 Misbah Ngapinah Ngapinah Istri 42 perempuan 5 tamat SLTP petani tidak tak ada tidak tak ada 220 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
23 2/8/05 Misbah Jasran Jasran KK 54 Laki-laki 5 SD/tak tamat SD petani tidak tak ada ya sungai 190 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
24 3/8/05 Misbah Taslim Taslim KK 48 Laki-laki 1 tamat SLTP petani tidak tak ada ya sungai 200 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
25 3/8/05 Misbah Mariah Mariah Istri 46 perempuan 2 tamat SLTP petani tidak tak ada tidak tak ada 450 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
26 3/8/05 Misbah Naimah Naimah Istri 49 perempuan 2 tamat SLTP petani tidak tak ada tidak tak ada 325 tembok tidak tak pakai ya tidak tidak ya 48 JMD negatif
27 3/8/05 Misbah Satimah Satimah KK 43 perempuan 2 tamat SLTP petani tidak tak ada tidak tak ada 320 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
28 3/8/05 Misbah Sokip Sokip KK 41 Laki-laki 4 tamat SLTP petani tidak tak ada ya sungai 100 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
29 3/8/05 Misbah Sumono Sumono KK 57 Laki-laki 4 SD/tak tamat SD petani tidak tak ada ya sawah 125 tembok tidak tak pakai tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
30 3/8/05 Misbah Sulimah Sulimah Istri 34 perempuan 1 SD/tak tamat SD buruh tidak tak ada tidak tak ada 360 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
KETERANGAN
1 = Nama Sampel 6  = Pendidikan sampel 11= Jika ya, berupa apa? 16= Kebiasaan memakai kelambu 21= obat malaria berasal dari
2  = Status dalam keluarga 7  = Pekerjaan sampel 12= Jarak tempat perindukan? 17= Kebiasaan keluar malam 22= Hasil pemeriksaan laborat
3  = Umur 8  = Adakah ternak besar disekitar rumah? 13= Dinding rumah terbuat dari 18= pernah menginap di rumah lain
4  = Jenis Kelamin 9  = Keberadaan ternak pada malam hari? 14= Kebiasaan pakai obat nyamuk 19= Pernah sakit malaria?
5  = Alamat (RW) 10= Adakah tempat perindukan? 15= Obat nyamuk jenis apa? 20= Kapan sakitnya?
HASIL PEMERIKSAAN SLADE MALARIA PADA SAMPEL
DENGAN LETAK TERNAK TERPISAH (10 m s/d 50 m)
DI DESA BUARAN, MAYONG, JEPARA
NO TGL PEWAWAN RES 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22
CARA PONDEN
1 27/7/05 Warkan Zamroni Zamroni KK 42 Laki-laki 1 tamat SLTP petani ya terpisah ya sungai 40 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
2 27/7/05 Warkan Samlawi Samlawi KK 60 Laki-laki 1 tamat SLTP petani ya terpisah ya sungai 30 tembok ya oles tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
3 27/7/05 Warkan Zumaikah Zumaikah Istri 60 perempuan 1 SD/tak tamat SD buruh ya terpisah ya sungai 50 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
4 27/7/05 Warkan Ngadfiatun Ngatfiatun Istri 30 perempuan 1 tamat SLTP buruh ya terpisah tidak tak ada 300 tembok ya bakar ya tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
5 27/7/05 Warkan Sukarti Sukarti Istri 59 perempuan 1 SD/tak tamat SD buruh ya terpisah ya sungai 50 tembok tidak tak pakai tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
6 27/7/05 Warkan Rosidi Rosidi KK 26 Laki-laki 1 tamat SLTP jasa ya terpisah ya sawah 150 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit positif
7 27/7/05 Warkan Kusdi Indah Susanti Anggota kel 16 perempuan 4 tamat SLTP tak bekerja ya terpisah ya sungai 200 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit positif
8 27/7/05 Warkan Asnah Asnah Istri 35 perempuan 5 tamat SLTP buruh ya terpisah tidak tak ada 500 tembok ya oles ya tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
9 27/7/05 Warkan Rusmiati Rusmiati Istri 36 perempuan 5 SD/tak tamat SD buruh ya terpisah tidak tak ada 500 tembok ya bakar ya tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
10 1/8/05 Warkan Kasri Kasri KK 66 Laki-laki 5 SD/tak tamat SD buruh ya terpisah tidak tak ada 400 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
11 1/8/05 Warkan Muntamah Muntamah Istri 59 perempuan 5 tidak sekolah buruh ya terpisah tidak tak ada 500 tembok tidak tak pakai tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
12 1/8/05 Warkan Yatimah Yatimah Istri 41 perempuan 2 tamat SLTP petani ya terpisah tidak tak ada 500 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
13 1/8/05 Warkan Abdul wahid Abdul wahid KK 56 Laki-laki 2 SD/tak tamat SD petani ya terpisah tidak tak ada 460 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
14 1/8/05 Warkan Mainah Mainah Anggota kel 73 perempuan 2 tidak sekolah tak bekerja ya terpisah tidak tak ada 500 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
15 1/8/05 Warkan Murni Murni Anggota kel 70 perempuan 1 tidak sekolah tak bekerja ya terpisah tidak tak ada 500 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
16 1/8/05 Warkan Dahiroh Dahiroh Istri 36 perempuan 2 tamat SLTP jasa ya terpisah tidak tak ada 600 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
17 2/8/05 Warkan H. Nursholeh H. Nursholeh KK 59 Laki-laki 2 SD/tak tamat SD petani ya terpisah tidak tak ada 600 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
18 2/8/05 Warkan Munzamil Munzamil KK 34 Laki-laki 1 tamat SLTP jasa ya terpisah ya sungai 180 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
19 2/8/05 Warkan Busro Busro KK 43 Laki-laki 1 tamat SLTP petani ya terpisah tidak tak ada 210 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
20 2/8/05 Warkan Hartatik Hartatik Istri 37 perempuan 2 tamat SLTP petani ya terpisah tidak tak ada 320 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
21 2/8/05 Warkan Sirat Yusni Fatmala Anggota kel 4.0 perempuan 1 tidak sekolah tak bekerja ya terpisah ya sungai 100 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
22 2/8/05 Warkan Jasran Edi Utomo Anggota kel 2 Laki-laki 5 tidak sekolah tak bekerja ya terpisah tidak tak ada 400 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
23 2/8/05 Warkan Mahmudah Mahmudah Istri 37 perempuan 5 SD/tak tamat SD buruh ya terpisah tidak tak ada 350 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
24 3/8/05 Warkan Suhadi Suhadi Anggota kel 15 Laki-laki 5 tamat SLTP jasa ya terpisah tidak tak ada 325 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
25 3/8/05 Warkan Burkan Burkan KK 32 Laki-laki 2 tamat SLTP petani ya terpisah tidak tak ada 650 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
26 3/8/05 Warkan Samsuri Samsuri KK 56 Laki-laki 2 SD/tak tamat SD petani ya terpisah tidak tak ada 480 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
27 3/8/05 Warkan Salbiyah Salbiyah Istri 41 perempuan 2 tamat SLTP buruh ya terpisah tidak tak ada 550 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
28 3/8/05 Warkan Mastukah Mastukah Anggota kel 13 perempuan 4 SD/tak tamat SD tak bekerja ya terpisah ya sawah 40 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
29 3/8/05 Warkan Indah Susanti Indah Susanti Anggota kel 17 perempuan 4 tamat SLTP jasa ya terpisah ya sawah 39 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
30 3/8/05 Warkan Rukiyah Rukiyah Istri 53 perempuan 1 SD/tak tamat SD petani ya terpisah tidak tak ada 600 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
KETERANGAN
1 = Nama Sampel 6  = Pendidikan sampel 11= Jika ya, berupa apa? 16= Kebiasaan memakai kelambu 21= obat malaria berasal dari
2  = Status dalam keluarga 7  = Pekerjaan sampel 12= Jarak tempat perindukan? 17= Kebiasaan keluar malam 22= Hasil pemeriksaan laborat
3  = Umur 8  = Adakah ternak besar disekitar rumah? 13= Dinding rumah terbuat dari 18= pernah menginap di rumah lain
4  = Jenis Kelamin 9  = Keberadaan ternak pada malam hari? 14= Kebiasaan pakai obat nyamuk 19= Pernah sakit malaria?
5  = Alamat (RW) 10= Adakah tempat perindukan? 15= Obat nyamuk jenis apa? 20= Kapan sakitnya?
HASIL PEMERIKSAAN SLADE MALARIA PADA SAMPEL
DENGAN LETAK TERNAK MENYATU (Kurang dari 10 m)
DI DESA BUARAN, MAYONG, JEPARA
NO TGL PEWAWAN RES 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22
CARA PONDEN
1 27/7/05 Muhtarom Farikhim Muawanah Istri 32 perempuan 1 tamat SLTP tak bekerja ya menyatu tidak tak ada 500 tembok tidak tak pakai ya tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
2 27/7/05 Muhtarom Warisih Nursalim Anggota kel 30 Laki-laki 1 tamat SLTP jasa ya menyatu ya sawah 200 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit positif
3 27/7/05 Muhtarom Maskar Warisih Anggota kel 80 perempuan 1 SD/tak tamat SD tak bekerja ya menyatu tidak tak ada 500 tembok tidak tak pakai tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
4 27/7/05 Muhtarom Asnawi Maskar KK 50 Laki-laki 1 tamat SLTP buruh ya menyatu tidak tak ada 400 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
5 27/7/05 Muhtarom Mariah Asnawi KK 32 Laki-laki 1 tamat SLTP jasa ya menyatu tidak tak ada 500 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
6 27/7/05 Muhtarom Makfuzi Mariah Anggota kel 71 perempuan 1 SD/tak tamat SD tak bekerja ya menyatu ya sungai 25 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
7 27/7/05 Muhtarom Siti Yatinah Asri Anggota kel 57 perempuan 1 tidak sekolah buruh ya menyatu ya sungai 10 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit positif
8 27/7/05 Muhtarom Ali Sai`I Siti Yatinah Istri 30 perempuan 5 SD/tak tamat SD jasa ya menyatu tidak tak ada 250 tembok tidak tak pakai tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
9 1/8/05 Muhtarom Masriyah Muhammad Ikbal Anggota kel 2 Laki-laki 1 tidak sekolah tak bekerja ya menyatu ya sungai 150 tembok ya oles tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit positif
10 1/8/05 Muhtarom Sulas Masriyah Istri 33 perempuan 5 tamat SLTP buruh ya menyatu tidak tak ada 250 tembok ya oles tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
11 1/8/05 Muhtarom Sri Lestari Suhadi Anggota kel 15 Laki-laki 5 SD/tak tamat SD tak bekerja ya menyatu ya sawah 175 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit positif
12 1/8/05 Muhtarom Abdul Aziz Sri Lestari Istri 53 perempuan 2 SD/tak tamat SD tak bekerja ya menyatu tidak tak ada 410 tembok tidak tak pakai ya tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
13 1/8/05 Muhtarom Sawilah Kholid SR Anggota kel 25 Laki-laki 1 D3 / perguruan tinggi wiraswasta ya menyatu ya sungai 200 tembok ya oles tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit positif
14 1/8/05 Muhtarom Kosin Sawilah Istri 70 perempuan 3 tidak sekolah tak bekerja ya menyatu ya sungai 125 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
15 1/8/05 Muhtarom Riswati Kosin KK 58 Laki-laki 2 SD/tak tamat SD buruh ya menyatu tidak tak ada 600 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
16 2/8/05 Muhtarom Nadlori Riswati Istri 29 perempuan 2 tamat SLTP jasa ya menyatu ya sungai 125 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
17 2/8/05 Muhtarom Siti Mariam Nadlori KK 44 Laki-laki 2 tamat SLTP petani ya menyatu tidak tak ada 350 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
18 2/8/05 Muhtarom Tamadi Siti Mariam Istri 40 perempuan 1 tamat SLTP buruh ya menyatu ya sungai 200 tembok tidak tak pakai tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
19 2/8/05 Muhtarom Khariri Mintafi Gunawan Anggota kel 7 Laki-laki 1 SD/tak tamat SD tak bekerja ya menyatu tidak tak ada 350 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
20 2/8/05 Muhtarom Khoirum Khariri KK 36 Laki-laki 2 tamat SLTP jasa ya menyatu tidak tak ada 400 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
21 2/8/05 Muhtarom Dakhori Khoirum Istri 30 perempuan 1 tamat SLTP buruh ya menyatu ya sungai 50 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
22 2/8/05 Muhtarom Mashadi Dakhori KK 35 Laki-laki 4 SD/tak tamat SD wiraswasta ya menyatu ya sawah 200 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit positif
23 3/8/05 Muhtarom Khamiroh Ani Misalatun Anggota kel 14 perempuan 1 SD/tak tamat SD tak bekerja ya menyatu ya sungai 175 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit positif
24 3/8/05 Muhtarom Bakrin Khamiroh Istri 50 perempuan 5 tamat SLTP buruh ya menyatu tidak tak ada 500 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
25 3/8/05 Muhtarom Paesah Raufah Anggota kel 13 perempuan 1 SD/tak tamat SD tak bekerja ya menyatu ya sungai 100 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit positif
26 3/8/05 Muhtarom Mashar Paesah Istri 45 perempuan 2 tamat SLTP petani ya menyatu tidak tak ada 300 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
27 3/8/05 Muhtarom Warsijan Maimunatun Istri 45 perempuan 1 SD/tak tamat SD buruh ya menyatu ya sungai 200 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit positif
28 3/8/05 Muhtarom Kharifin Warsijan KK 50 Laki-laki 4 SD/tak tamat SD petani ya menyatu ya sungai 60 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
29 3/8/05 Muhtarom Abdul Rohman Siti Muyilah Anggota kel 14 perempuan 1 SD/tak tamat SD tak bekerja ya menyatu ya sungai 200 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit positif
30 3/8/05 Muhtarom Abdul Rohman Abdul Rohman KK 35 Laki-laki 1 tamat SLTP petani ya menyatu ya sungai 100 tembok ya bakar tidak tidak tidak tidak 0 tak pernah sakit negatif
KETERANGAN
1 = Nama Sampel 6  = Pendidikan sampel 11= Jika ya, berupa apa? 16= Kebiasaan memakai kelambu 21= obat malaria berasal dari
2  = Status dalam keluarga 7  = Pekerjaan sampel 12= Jarak tempat perindukan? 17= Kebiasaan keluar malam 22= Hasil pemeriksaan laborat
3  = Umur 8  = Adakah ternak besar disekitar rumah? 13= Dinding rumah terbuat dari 18= pernah menginap di rumah lain
4  = Jenis Kelamin 9  = Keberadaan ternak pada malam hari? 14= Kebiasaan pakai obat nyamuk 19= Pernah sakit malaria?
5  = Alamat (RW) 10= Adakah tempat perindukan? 15= Obat nyamuk jenis apa? 20= Kapan sakitnya?

3. Hasil Keluaran Komputer

Frequency Table

Descriptives

Crosstabs

Crosstabs

Bentuk kandang ternak besar ‘menyatu’ dengan rumah

Hewan ternak besar (sapi)

Petugas JMD sedang mengambil darah sampel

Petugas laboratorium sedang memeriksa slade malaria

Memeriksa slade malaria positif dan negatif


* Mahasiswa FKM UNIMUS

** Dosen FKM UNIMUS

Older Entries